Friday, March 25, 2016

cntoh sindikat KMO




Sindikat Kepemimpinan Manajemen Organisasi
KMO
Untuk memenuhi persyaratan mengikuti Senior Course
HmI Cabang Semarang









                                        Nama                : Dwi Pratiwi Markus
                                        Ttl                     : Sorong, 08 Januari 1994
                                        Lk 1                  : Komisariat Hukum Sultan Agung semarang
                                        Lk 2                  : HmI Cabang Kota Pekalongan

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
CABANG SEMARANG
2014


SINDIKAT
KEPEMIMPINAN MANAJEMEN ORGANISASI (KMO)
Materi                                                 : Kepemimpinan Manajemen Organisasi
Jenjang                                               : Latihan Kader I
Alokasi Waktu                                   : 3 jam
Metode                                               : Ceramah, Diskusi, Dan Tanya Jawab
Bahan                                                 : Maker, Papan Tulis
Evaluasi                                               :Test Objektif/Subjektif, Penugasan, Dan Membuat     
 Kuisioner
Tujuan Pembelajaran Umum          :Kepemimpinan Mangeman dan Organisasi adalah  
  salah satu materi wajib yang terdapat dalam HmI
 sehingga dalam proses perkaderan perlunya
 pemahaman yang benar tentang teori maupun tipe-tipe
 kepemimpinan, dengan alasan itulah maka sindikat ini 
 saya buat bertujuan memberikan pemahaman yang
 tepat tentang KMO,

                                                             PENDAHULUAN
 Pemimpin adalah orang yang dapat mempengaruhi atas orang-orang yang di pimpinya untuk mencapai satu tujuan yang sama dalam organisasi atau perkumpulan tersebut, dalam kepemimpin terdapat beberapa teori dan tipe-tipe kepemimpnan sehingg     seorang pemimpin mampu menempatkan dirinya dalam posisi serta kondisi apapun itu untuk menyelesaikan suatu permasalahan ataupun konflik yang ada dalam kelompoknya maupun dalam organisasi yang dipimpinya.
 Kepemimpinan, Manageman dan Organisasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebab seorang pemimpin dalam memimpin membutuhan keahlian dalam Mengatur dengan baik jalannya organisasi tersebut agar tidak keluar dari tujuan awal organisasi tersebut.

A . KEPEMIMPINAN
1.    Pengertian kepemimpinan
Menurut Prof. Kadermen, SJ dan Drs. Yusuf Udaya mengartikan kepemimpinan sebagai seni atau proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lain agar mereka mau berusaha mencapai tujuan yang hendak dicapai oleh kelompok.
Manajer tidak selalu sama dengaan pemimpin. Manajer di tunjuk atau diangkat. Mereka memiliki kekuasaan yang sah atau legitimate untuk memberikan penghargaan/ balas jasa dan hukuman. Kemampuannya untuk memberikan pengaruh didasarkan atas kewenagan formal yang tekandung dalam jabatannya. Dilain pihak, pemimpin biasditunjuk atau muncul dalam suatu kelompok. Pemimpin bisa memberi pengaruh yang lain untuk melakuan sesuatu tanpa kewenagan formal.
§  Teori ‘Great Man’ ; kepemimpinan adalah bakat sejak lahir. “leaders are born”
§  Teori ‘Big Bang’ ; situasi dan pengikut secara bersama membentuk pemimpin. “leaders are made”
§  Teori yang melihat kepemimpinan diproduksi oleh tiga faktor utama, yaitu:
      1. Bakat yang dibawa sejak lahir.
      2. Pendidikan dan pelatihan yang terarah, intensif, dan 
      berkelanjutan.
      3. Pengalaman langsung menduduki posisi dan peran
          pemimpin.
Di dalam setiap masalah kepemimpinan akan selalu tedapat adanya 3 unsur:
Ø    Unsur Manusia
Yaitu manusia sebagai pemimpinatau pun manusia sebagai yang dipimpin.Hubungan manusia itu diatur di dalam situasi kepemimpinan. Bagaimana mengatur hubungan pemimpinan dengan bawahannya tanpa melupakan bagaimana seharusnya memperlakukan manusia itu sebagai manusia
Ø    Unsur Sarana
Yaitu segala macam prinsip dan teknik kepemimpinan yang dipakai dalam pelaksanaannya.Termasuk bekal pengetahuan dan pengalaman yang menyangkut masalah manusia itu sendiri dan kelompok manusia.Dasar ilmu pengetahuan yang di gunakan seperti psikologi, sosiologi, management, dll.
Ø    Unsur tujuan
Yaitu merupakan sarana akhir kearah mana kelompok manusia akan digerakkan untuk menuju maksud tujuan tertentu.
Ketiga unsur tersebut dalam pelaksanaannya selalu ada terjalin erat satu sama lain.
Menurut kaum dinamika kelompok, ada beberapa ciri dan kecakapan umum yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar interaksi kelompok dapat berjalan lancar dan produktif:
Ø    Social perseption(penglihatan sosial)
Yang dimaksud Social Perceptionialah kecakapan untuk dapat melihatdan memahami akan perasaan-perasaan, sikap-sikap dan kebutuhan-kebutuhan anggota kelompoknya
Ø    Ability in abstraction thinking(kecerdasan yang tinggi)
Yaitu para pemimpin kelompok harus mempunyai kecakapan untuk berfikir secara abstrak yang lebih tinggi dari anggota-anggota kelompok yang dia pimpin.
Ø    Emotional stability(keseimbangan alam perasaan)
Yaitu bahwa keseimbangan perasaan (emotional) merupakan faktor penting dalam memimpin, sebab apabila seorang pemimpin mempunyai emotional Quetion yang tinggi dia cenderung akan bisa memotivasi dan meberikan daya juang yang tinggi agar anggotanya dan organisasinya menuju kesuksesan.
Menurut William Foote Whyte menyebutkan ada 4 faktor yang menentukan seseorang menjadi pemimpin:
Ø  Operational Leadership
orang yang paling banyak inisiatif, dapat menarik dan dinamis, menunjukkan pengabdian yang tulus, serta menunjukkan prestasi kerja yang baik dalam kelompoknya adalah salah satu faktor yang membuat seseorang menjadi pemimpin.
Ø  Popularity
Orang yang banyak dikenal mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk menjadi pemimpin.
Ø  The assumed representative
Orang yang dapat mewakili kelompoknya memiliki kesempatan besar untuk menjadi pemimpin
Ø  The prominent talent
Seseorang yang memiliki bakat kecakapan yang menonjol dalam kelompoknya mempunyai kesempatan untuk menjadi pemimpin.

   2. Hubungan pemimpin dengan anggota
Pada umumnya tugas pemimpin adalah mengusahakan agar kelompok yang dipimpinnya dapat merealisasi tujuannya dengan sebaik-baiknya dalam kerja sama yang produktif. Walaupun semua orang mempunyai tujuan yang sama, namun mereka berbeda-beda dalam memandang mengenai keadaan kelompoknya dan mengenai tugasnya masing-masing.
Maka pemimpin harus bisa mengintergrasikan pandangan-pandangan anggota kelompoknya tersebut, baik mengenai situasi di dalam maupun di luar, sehingga dapat diterima semua anggota kelompok yang bersangkutan.
Disni akan disebutkan beberapa sifat pemimpin, di antaranya:


1)      Cakap
Disini cakap dalam pandangan luas, bukan saja keahlian (skill) atau kemahiran teknik (Technical Mastery) dalam suatu bidang tertentu, tetapi meliputi hal-hal yang abstrak, inisiatif, konsepsi, perencanaan, dan sebagainya.
2)      Kepercayaan
Menurut Le Bon, seorang pemimpin harus memiliki keyakinan yang kuat, percaya akan kebenaran tujuannya, percaya akan kemampuannya.
Sebaliknya ia harus  mendapat kepercayaan dari pengikutnya atau anggotanya. Ia merupan syarat adanya wibawa sang pemimpin terhadap anggotanya.
3)      Rasa tanggung jawab
sifat ini penting sekali, sebab manakala seorang pemimpin tidak memiliki rasa tanggung jawab, ia akan mudah bertindak sewenang-wenang terhadap kelompoknya.
4)      Berani
Berani dalam arti karena benar dan bertindak sesuai dengan perhitungan.Lebih-lebih dalam saat yang kritis dan menentukan, pemimpin harus tegas, berani mengampil keputusan dan konsekwen serta tidak ragu-ragu dalam bersikap.
5)      Tangkas dan ulet
Seorang pemimpin harus dapat bertindak cepat dan tepat, ia harus tangkas dalam bertindak. Lebih-lebih dalam menghadapi masalah yang rumit. Kegagalan tidak boleh menjadikan ia cepat bosan dan putus asa, tetapi sebaliknya ia haru gigih dan ulet.
6)      Berpandangan jauh
Pemikiran seorang pemimpin harus luas.Ia berpandangan jauh ke depan, terutama dalam merumuskan strategi atau menggariskan sesuatu taktik, hal ini adalah sangat penting.

B.  Manajemen

Menurut James AF.Stoner,manajemen adalahproses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dari kegiatan anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber organisasi lainnya yang telah ditetapkan.

Yang lebih penting untuk diperhatikan adalah bahwa manajemen merupakan alat (cara kerja) untuk mendapatkan target yang menjadi tujuan dalam suatu organisasi, dan kegiatan manajemen ini dikelola oleh orang-orang yang secara langsung terikat dalam wadah organisasi.
Sedangkan menurut David R Hampton dalam bukunya manajement, bahwa organisasi adalah suatu pengelompokan manusia yang relatif bertahan lama dalam sistem yang terstruktur dan berkembang dimana usaha-usahanya yang terkodinir dimaksudkan untuk mencapai tujuan dalam lingkungan yang dinamis
1.      Proses Manajemen
Proses dalam manajemen adalah cara yang sistematis untuk melakukan sesuatu hal. Proses tersebut terdiri dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, dan meliputi:
a.      Perencanaan (Planning)
Setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh sebuah organisasi haruslah direncanakan terlebih dahulu secara matang, supaya dapat dirancang sebaik mungkin dan jelas apa yang akan dilakukan. Termasuk didalam hal  menetapkan tujuan dan program-program yang akan mendukung pencapaian tujuan tersebut. Perencanaan ini bisa dilaksanakan ketika kader  HMI melaksanakan raker, rapat pengurus dan rapat kepanitian.
Dalam merencanakan sesuatu kegiatan dapat dianalisa dengan menggunakan 5 W+1H, yaitu:
a)      What: Kegiatan apa yang dilakukan dan kegiatan apa yang bisa dikembangkan skill dan tingkat Intelektual kader.
b)      Why: Mengapa kegiatan tersebut dianggap perlu untuk dilaksanakan.
c)      When: kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan.
*      Dalam melaksanakan kegiatan harus diperhatikan waktu yang
*      Tepat, jangan sampai kegiatan yang dilaksanakan mengganggu
*      Kegiatan lainnya atau berbarengan dengan hal-hal yang cukup
*      Penting (seperti  UAS)
d)     Where: Tempat pelaksanaan sebuah kegiatan haruslah dipilih yang strategis dan kondusif, sehingga dapat menunjang kesuksesan jalannya kegiatan tersebut. Contohnya: mencari tempat pelaksanaan LK-I yang tenang, nyaman dan bersih agar dapat membuat peserta LK-I merasa kerasan.
e)      Who: Disini diperhatikan sumber daya manusia yang akan terlibat dalam kesuksesan sebuah acara. Baik ditinjau dari kesiapan panitia yang terampil maupun melihat kemampuan para peserta.
f)       How: Hal ini menyamgkut bagaimana teknis pelaksanaan sebuah kegiatan agar berjalan sukses

b.      Pengorganisasian (Organizing)
Mengkoordinir sumber daya manusia dan perlengkapan organisasi, termasuk menyusun struktuk kepengurusan dan pembagian kerja untuk melaksanakan programyang telah ditetapkan.
Dalam mendesain organisasi, digunakan 5 prinsip utama sebagai pedomannya:
a)      Pembagian kerja (Division of Labor), yaitu pemecahan seluruh pekerjaan menjadi beberapa tahhap, setiap kader melakukan pekerjaan yang telah distandardisir sesuai keterampilan dan keahlian secara terus menerus.
b)      Kesatuan Perintah (Unity of Command), yaitu suatu prinsip dimana bawahan hanya bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.
c)      Kewenangan, Tanggung jawab dan Kekuasaan. Kewenangan merupakan hak yang melekat pada kedudukan manajemen untuk memberi perintah dan mengharapkan perintah itu ditaati.
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhui keputusan.Kewenangan merupakan bagian dari kekuasaan, yaitu bagian yang menyangkut hak formal untuk memerintah.
d)     Rentang Kendali (Span of Control), yaitu banyaknya bawahan yang dapat dikendalikan oleh seorang atasan secara efektif dan efisien. Pada dasarnya makin lebar rentang kendali makin sedikit dibutuhkan jabatan manajemen, seehingga menurunkan biaya manajemen dan fasilitasnya, tetapi hal demikian mengakibatkan tidak efisiennya pengendalian terhadap bawahan.
e)      Departementalisasi (Departementalization), yaitu pengelompokan kegiatan dan fungsi yang sejenis dibawah koordinasi seorang ketua bidang. 
c.       Pengarahan (Actuating)
Proses mengarahkan dan memotifasi anggota organisasi (kader) untuk menuju kearah pencapaian tujuan organisasi, termasuk menciptakan iklim yang mendukung, membimbing dan meneladani kader dalam melakukan pekerjaan
d.      Pengawasan (Controling)
Untuk mengetahui bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan dari rancangan semula.Maka diperlukannya koreksi dan evaluasi. Semua pengawasan ini dikerjakan untuk mengadakan peningkatan pada masa yang akan datang.

2.         Usur-Unsur Manajemen
Walaupun manajemen merupakan alat yang akan dijalankan manusia didalam organisasinya, dia juga membutuhkan alat lain sehingga tercipta sebuah kegiatan ,manajemen. Secara umum, alat yang dibutuhkan dalam kegiatan manajemen adalah:
a.      Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (atau kader) merupakan milik/ kekayaan (asset) organisasi yang paling berharga.Apakah artinya sebuah HMI tanpa kader-kadernya? Tidak banyak! Hanya berupa organisasi yang mati.Kwalitas dari suatu organisasi, sebagian besar, merupakan penjumlahan dari mutu kader-kader yang mengegerkannya.
Mendapatkan dan memelihara personil yang kompeten menentukan keperhasilan darisetiap organisasi.Oleh karena itu, hendaklah masing-masing kader di tempatkan pada posisi-posisi yang tepat didalam pekerjaannya.
Proses manajemen sumber daya manusia dapat dilakukan dengan rekrutmen (penambahan kader lewat pelaksanaan LK-I).
b.      Modal
Modal dalam konteks ini bisa dipahami dalam bermacam-macam bentuk.Tapi yang paling umum dapat dikatakan, modal disini adalah anggaran, fasilitas maupun infrastruktur tenaga kerja.
c.       Metode
Metode merupakan suatu cara untuk melakukan suatu kegiatan. Metode juga merupakan “penyambung lidah” atau “kepanjangan tangan” dari manajemen.
d.      Sasaran/ Target
Tanpa adanya sesuatu yang dituju, maka sesungguhnya kegiatan manajemen menjadi kehilangan makna.Karena manajemen diciptakan untuk menuju atau mendapatkan sesuatu. Jadi, sasaran yang akan dicapai oleh seorang individu atau sebuah organisasi, haruslah jelas.
Keempat unsur manajemen ini harusbetul-betul diperhatikan demi tercapainya kegiatan manajemen yang baik.
Dan karena organisasi adalah kegiatan yang sifatnya sistemik, maka kepentingan keempat unsur diatas menjadi kepentingan yang tidak dapat ditolak keberadaannya.


1.      Organisasi
     Dalam KKBI Organisasi merupakan sekelompok orang dua atau lebih yang berprofesi sama dan  mempunyai tujuan yang sama.
     Organisasi merupakan pengelompokan orang-orang ke dalam aktivitas kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau dapat dikatakan bahwa organisasi merupakan penugasan individu-individu ke dalam fungsi pekerjaan yang harus dilakukan agar terjadi aktivitas kerja sama dalam mencapai tujuan.
     Fungsi kegiatan baru terjadi jika diisi oleh manusia sebagai sumber pelaksana. Di dalam organisasi ada tujuan yang akan dicapai, aturan bekerja, norma yang harus ditaati,  koordinasi, kontrol, kerja sama dan hubungan sosial antara orang-orang yang ada di dalamnya serta penghargaan kepada setiap orang yang telah melaksanakan pekerjaannya
Organisasi dan manajemen berbeda, tetapi memiliki kaitan yang sangat erat. Manajemen merupakan proses pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan dan kerja sama orang-orang lain. Sedangkan organisasi adalah kerangka, struktur atau wadah orang-orang yang bekerja sama. Dengan demikian, manajemen mencapai tujuan melalui orang-orang lain yang diwadahi dalam organisasi.

2.      Perbedaan dan persamaan antara Manajer dan Pemimpin
a.       Perbedaan antara Manajer dan Pemimpin
Dalam suatu perusahaan, seseorang dapat menjadi manajer biasanya dengan ditunjuk. Mereka memiliki kekuasaan legitimasi, sehingga memungkinkannya untuk memberi hadiah dan hukuman kepada stafnya. Kemampuannya untuk mempengaruhi orang lain karena adanya otoritas formal yang inheren  dalam posisinya. Sementara itu, menjadi pemimpin biasanya karena ditunjuk atau karena muncul dari dalam kelompok. Pemimpin dapat mempengaruhi orang lain untuk bertindak di luar otoritas formal yang dimilikinya.Idealnya semua manajer adalah pemimpin, akan tetapi tidak semua pemimpin memiliki kapasitas fungsi manajerial.
Adapun kepemimpinan adalah sejumlah ketrampilan yang digunakan seseorang di dalam organisasi, dan kepemimpinan adalah kombinasi dari segala hal. Pemimpin juga perlu memiliki pandangan tentang masa depan dan membawa orang-orang yang dipimpinya untuk mencapai tujuan organisasi. Pemimpin juga perlu memahami ketrampilan kemampuan pengikutnya dan dapat menggunakan kemampuan pengikutnya. Pemimpin harus fleksibel, kolaboratif, dan dapat menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan. Dan sebagai pemimpin perlu memiliki keberanian, intuisi, kecerdasan, dan keberanian mengambil keputusan. Sebagai contoh memiliki kharisma, dinamis, berpikir lateral dan memiliki kebijakan.
b.      Persamaan antara Manajer dan Pemimpin
Pemimpin dan manajer memiliki jabatan tertinggi dalam suatu organisasi baik berupa perusahaan maupun pemerintahan. Manajer dan  pemimpin kedua-duanya dibekali dengan kekuasaan untuk mempengaruhi, mengatur danmengarahkan anggota organisasi untuk tunduk terhadap kepemimpinan mereka. Disamping itu tentu adalah sama-sama memimpin dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan. Namun demikian, kepemimpinan muncul dari aspirasi anggota organisasi (buttom up), sedangkan manajer, biasanya bersifat resmi, sesuai dengan kondisi, bentuk organisasi ataupun peraturan perundang-undangan mengenai pekerjaan.
Manajer adalah seseorang yang dikhususkan dan mendapat penghormatan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan standar operasi dan prosedur yang telah disepakai. Hubungan dengan anggota organisasi dibangun dengan asas tanggungjawab yang dibebankan kepadanya. Di samping itu, manajer dibekali dengan kekuasaan resmi, yang memungkinkan baginya untuk mengeluarkan perintah tersebut di bawah peraturan, dan mereka bertanggung jawab terhadap segala bentuk penyelewengan dalam menunaikan tugasnya.
Dilihat dari sisi perbedaan, pemimpin adalah menentukan dan merumuskan tujuan-tujuan jangka panjang organisasi dan mengembangkan misi, menggunakan alternatif-alternatif dan pedekatan–pendekatan baru, berfikir jangka panjang, agen perubahan. Sedangkan manajer membuat, mereaksikan dan mengimplementasikan tujuan jangka pendek, membatasi tindakan pada tujuan jangka pendek tertentu untuk menjamin pekerjaanya berlangsung dan berlanjut, membuat sesuatu dikerjakan sekarang, bekerja untuk mempertahankan status quo. Persamaannya adalah sama-sama memimpin, memiliki jabatan tertinggi dalam suatu organisasi, kedua-duanya dibekali dengan kekuasaan.
Seorang pemimpin adalah juga seorang manajer, namun seorangmanajer belum tentu ia sebagai seorang pemimpin. Keberadaan seorang pemimpin sebagai manajer sudah sangat jelas, karena manajer yang bukan pemimpin hampir dapat dipastikan tidak memiliki sifat dan ketrampilan kepemimpinan dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Seorang pemimpin adalah seorang manajer, hal itu juga tidak selalu benar, karena dalam kenyataannya, ada pemimpin yang merangkap menjadi manajer dan ada pula pemimpin yang tidak merangkap sebagai manajer dalam organisasinya umumnya adalah pemimpin informal.
Sekarang ini dengan melihat kondisi yang ada khususnya diindonesia sungguh sangat memprihatinkan, entah itu dikarenakan oleh kepemimpinan atau karena factor lain. Sampai detik ini sejumlah masalah masih mengidap di tubuh bangsa ini. Di bidang Politik, hukum dan keamanan, bangsa kita adalah raksasa rapuh. Rumah bangsa ini tidak punya pagar. Kapal-kapal asing bebas keluar masuk menjarah ikan di perut laut pedalaman. Bahkan negara tetangga tanpa rasa takut memindahkan patok-patok batas negara. Maklum, peralatan perang tentara kita lawas. Sementara, budaya koruptif begitu akut dan sistemik ada di seluruh struktur urusan publik.
Di sektor Kesra, sejumlah borok bangsa masih belum hilang: Angka kemiskinan tinggi. Pendidikan dan kesehatan mahal. Anak-anak busung lapar belum hilang dari angka statistik. Untuk urusan bencana, begitu lambat penanganannya. Ini adalah wujud minimnya rasa empati negara terhadap kesengsaraan rakyatnya. Belum lagi konflik horizontal, baik yang bermotif sara ataupun bermotif ekonomi. Ini pertanda negara tidak hadir di saat rakyat membutuhkan sebagai lembaga yang memiliki otoritas mengatur ketertiban.
Kenapa itu semua terjadi? Banyak faktor yang menjadi sebabnya. Tapi, ada satu faktor mendasar yang menjadikan itu semua terjadi, yaitu kegagalan para elite kita memimpin bangsa ini. Sejatinya seorang pemimpin adalah orang yang secara berani mengambil alih masalah orang lain menjadi tanggung jawab dirinya. Ia problem solver masalah lingkungannya. Celakanya, beberapa dekade kepemimpinan bangsa ini justru diemban bukan oleh seorang problem solver. Jika pun ada, masih malas berpikir. Tidak kreatif dalam mencari solusi. Setidaknya masih tambal sulam. Akibatnya, tidak ada satu masalah bangsa pun yang terselesaikan secara tuntas.
Kenyataan itu bisa kita dapati dalam potret keseharian masyarakat, tercetak di surat kabar, dan terekspose di kotak kaca televisi di ruang keluarga rumah kita. Siapapun presidennya, rakyat selalu harus antre minyak tanah untuk kompor mereka. Siapapun gubernur di ibukota, macet dan banjir adalah penyakit akut yang entah kapan akan enyah dari kehidupan keseharian warga kota.






















Referensi :
Kartini Kartono, Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta, Grafindo, 2005
Nasichun Aviv Aluwi, Kepemimpinan Manajemen Organisasi, http://avivaluwi.wordpress.com.
Sutarto.Dasar-Dasar organisasi.Yogyakarta.Gajah Mada UniversityPress.2002
Thoha, Miftah.  Kepemimpinan  dalam  Manajemen,  Jakarta: PT.  Raja  Grafindo




1 comment: