Saturday, March 19, 2016

KARYA TULIS ILMIAH

PERAN MAHASISWA MELALUI WIRAUSAHA DALAM SINERGITAS PROGRAM MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DAN EKONOMI KREATIF
2015

UNISSULA LOGO.jpg

OLEH
WA ODE NUR SALAM
WA ODE ORINA



UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
EKONOMI
2015



 
Ringkasan
MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) adalah sebuah integrasi ekonomiASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN. Seluruh negara anggota ASEAN telah menyepakati perjanjian ini. MEA dirancang untuk mewujudkan Wawasan ASEAN 2020. Dalam menghadapi persaingan yang teramat ketat selama MEA ini, negara-negara ASEAN haruslah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang trampil, cerdas, dan kompetitif,. Sepanjang sejarah, mahasiswa di berbagai negara mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara. Miasalnya, di Indonesia pada Mei 1998, ratusan ribu mahasiswa berhasil mendesak Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya. Dan saat ini mahasiswa sedang dihadapkan dengan sebuah program yang mengharuskan mahaswa untuk berkontribusi penuh sebagaimana perannya sebagai agen of Change, social Control dan iron stock.
Melalui program Masyarakat Ekonomi Asean maka mahasiswa dengan perannya berupaya mensinergikan antara progam tersebut dengan yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia yaitu Industri kreatif sehingga terfokus pada satu arah.
Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Sedangkan pengertian wirausaha adalah orang yang mendari jalankan wirausaha itu sendiri. Dengan demikian perlu adanya sinergitas antara Wirausaha, Ekonomi Kreatif dan Masyarakat Ekonomi Asean.


DAFTAR ISI
HalamanJudul
Ringkasan                                 
Daftarisi

 

 
BAB II
 PENDAHULUAN
Sudah menjadi konsumsi publik bahwa tidak lama lagi Indonesia akan  mengalami suatu kegiatan ekonomi yang harus diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan semua Negara ASEAN. Kegiatan tersebut merupakan perhelatan pasar bebas atau pasar tunggal ASIA yang biasa disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sedangakan latar belakang dari terbaentuknya MEA ini adalah berawal dari kesepakatan para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Salah satu kesepakatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing ASEAN serta bisa menyaingi Tiongkok dan India untuk menarik investasi asing. Dalam garis besar tujuan terbentukanya MEA yaitu untuk meningkatkan stabilitas Perekonomian dikawasan Asean serta diharapkan mampu mangatasi masalah – masalah ekonomi ASEAN.
Pasar bebas ini menyerukan kita untuk selalu bersaing dan berkompetensi dalam setiap bidang yang digeluti karena dampak dari MEA ini bukan hanya pada perdagangan bebas produk tetapi juga mencakup pada bebas investasi,  arus bebas modal, arus bebas jasa yang mana sangat dibutuhkan tenaga kerja yang handal dan terampil.Tentunya ajang ini adalah suatu peluang besar bagi Indonesia untuk memajukan  perekonomian menjadi jauh lebih baik yang akan ditinjau dari pendapatan perkapita masyarakat Indonesia. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa hal itu juga merupakan sebuah tantangan besar bagi Indonesia jika masyarakat Indonesia tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA yang akan diimplementasikan pada akhir 2015 ini. Selain itu, Indonesia menjadi pasar utama besar untuk arus barang dan investasi karena sebanyak 43% penduduk yang ada diIndonesia melebihi dari jumlah pendudukanggota MEA.
Persiapan diri tidak hanya dilukakan oleh para pengusaha yang memang sudah menggeluti usaha mereka sejak beberapa tahun terakhir, bukan para pekerja yang menawarkan jasanya dimana mereka menawarkan kepandaian dan kemampuan mereka yang telah berlangsung cukup lama, bukan para pegawai pemerintahan bahkan bukan hanya penggangguran yang semakin membludak tetapi mahasiswa juga berkewjiban mempersiapkan diri untuk menghadapi perhelatan akbar ini agar tidak tertinggal dan tidak menjadi objek dari kegiatan ekonomi yang sangat menguntungkan bagi Indonesia.
Jika berbicara mengenai mahasiswa tentunya mahasiswa menjadi ikon penting (subyek) sebagai pelaku ekonomi dalam MEA karena dari 225 juta penduduk Indonesia 4.521.260 adalah mahasiswa. Hal ini merupakan suatu peluang jika mahasiswa berkontribusi dalam MEA. Mahasiswa dapat berwirausaha tanpa harus mengganggu rutinitas perkuliahan. Karena jika
menginginkan Indonesia menjadi Negara maju maka dibutuhkan 2% dari total penduduk Indonesia untuk berwirausaha  atau menjadi entrepreneur. Saat ini wirausahaan Indonesia hanya 1,65% dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini sangat disayangkan jika mahasiswa ataupun masyarakat umum lainnya tidak dapat mengusai pasar bebas nantinya.
Pertumbuhan wirausaha sudah sangat mendesak menjelang MEA ini, olehnya itu peran mahasiswa dalam menghadapi MEA adalah bisa menjadi wirausahawan yang mampu berkompetensi dengan wirausahawaan yang telah lebih dulu berkarir. Mampu membaca peluang besar ini dengan memanfaatkan 15 ekonomi kreatif yang diusung oleh pemerintah Indonesia. pemerintah juga mencanangkan suatu program untuk mahasiswa yang mau berwirausaha dengan memberikan sokongan dana sebesar 2 miliar jika mengajukan proposal dan disetujui. Pendidikan kewirausahaan pun dimasukan dalam kurikulum perguruan tinggi yang merupakan salah satu usaha perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam berwirausaha sehingga perguruan tinggi dapat menghasilkan usahawan – usahawan muda yang sangat berkompeten. Karena fungsi dari perguruan tinggi berkembang dari agen pendidikan dan penelitian menjadi agen budaya sehingga ada agen pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan. 


a.       Bagaimana sejarah singkat berdirinya Mea
b.      Bagaimana potensi mahasiswa Indonesia Saat ini ? (kelemahan dan kelebihan)
c.       Apa yang dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi MEA dilihat dari sudut pandang pendidikan (Mahasiswa) ?
d.      Bagaima solusi yang ditawarkan sebagai mahasiswa terhadap masalah yang dihadapi Indonesia saat ini ?
a.       Mengetahui bagaimana sejarah singkat berdirinya MEA
b.      Mengetahui Bagaimana potensi mahasiswa Indonesia Saat ini ?
c.       Mengetaui apa yang dibutukan Indonesia untuk menghadapi MEA dilihat dari sudut pandang pendidikan (Mahasiswa)?
d.      Mengetahui solusi yang harus ditawarkan oleh mahasiswa terhadap masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.
Manfaat dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah untuk membahas peran mahasiswa dalam mengadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, sehingga mengetahui berbagai peluang dan tantangan bagi mahasiswa dalam berwirausaha menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur
BAB I         : PENDAHULUAN
      Bab ini menjelaskan tentang informasi umum yaitu latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan dan manfaat, dan sistematika penulisan
BAB II       : LANDASAN TEORI
       Bab ini berisikan teori yang diambil dari beberapa kutipan buku, jurnal, artikel dan internet yang berupa pengertian dan definisi.
BAB III      : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
             Bab ini berisikan gambaran yang berupa jawaban dari rumusan masalah yang dituangkan dalam penulisan ini.
BAB IV       : PENUTUP
          Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.









2.1. Landasan Teori

2.1.1.      MEA
MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) adalah sebuah integrasi ekonomiASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN. Seluruh negara anggota ASEAN telah menyepakati perjanjian ini. MEA dirancang untuk mewujudkan Wawasan ASEAN 2020. Dalam menghadapi persaingan yang teramat ketat selama MEA ini, negara-negara ASEAN haruslah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang trampil, cerdas, dan kompetitif (Wikipedia).
2.1.2.      ASEAN
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regionalnya, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai. ASEAN meliputi wilayah daratan seluas 4.46 juta km² atau setara dengan 3% total luas daratan di Bumi, dan memiliki populasi yang mendekati angka 600 juta orang atau setara dengan 8.8% total populasi dunia. Luas wilayah laut ASEAN tiga kali lipat dari luas wilayah daratan. Pada tahun 2010, kombinasi nominal GDP ASEAN telah tumbuh hingga 1,8 Triliun Dolar AS. Jika ASEAN adalah sebuah entitas tunggal, maka ASEAN akan duduk sebagai ekonomi terbesar kesembilan setelah Amerika Serikat, Cina, Jepang, Jerman, Perancis, Brazil, Inggris, dan Italia.



2.1.3 Mahasiswa
Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri atas sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum adalah universitas. Sepanjang sejarah, mahasiswa di berbagai negara mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara. Miasalnya, di Indonesia pada Mei 1998, ratusan ribu mahasiswa berhasil mendesak Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya.[1]
2.1.4   Wirausaha
Wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Sedangkan pengertian wirausaha adalah orang yang mendari jalankan wirausaha itu sendiri.
2.1.5   Program Mahasiswa Wirausaha
Program Mahasiswa Wirausaha adalah program pengembangan dan pembinaan kemahasiswaan dalam bidang entrepreneuships, guna meningkatkan perilaku inovatif dan kreatif dalam penyusunan usaha. Jadi ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan diri bagi mahasiswa pada era MEA yang akan dihadapi akhir Desember mendatang. Sebagaimana dijelaskan pada manfaat dari program ini adalah 1)Memberikan pengalaman bekerja secara nyata di UKM, sehingga dapat meningkatkan soft skill dan hard skillnya.2)Terlibat secara langsung dalam praktek dunia UKM, sehingga tumbuh jiwa entreupreneurshipnya dan mendorong keberaniannya untuk mencoba suatu bidang usaha baik secara perorangan maupun kelompok.3)Melihat dan merasakan secara nyata relevansi antara teori-teori yang dipelajari di bangku kulaih dengan dunia UKM. Dengan hal tersebut menjadikan program ini sebagai peluang ataupun kesempatan yang harus diambil oleh mahasiswa yang berjiwa Entrepreneur yang kooperatif (http://dit-mawa.upi.edu/?page_id=397).
Selain program untuk mahasiswa diatas ada juga program lain yang ditawarkan bagi mahasiswa ataupun generasi muda yang lainnya. Wirausaha Mandiri yang umum disingkat WMM merupakan salah satu kontribusi Bank Mandiri bagi pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia, yang fokus pada generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa. Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi dari keprihatinan Bank Mandiri terhadap besarnya jumlah pengangguran di Indonesia, terutama dari kalangan generasi muda. Program Wirausaha Muda Mandiri bertujuan untuk mengubah pola pikir mahasiswa maupun kaum muda lainnya agar mau melakukan kewirausahaan, sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan kerja. Program Wirausaha Muda Mandiri meliputi penghargaan, workshop, beasiswa, dan modul kewirausahaan
2.1.6   Industri Kreatif
Industri Kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi. Industri kreatif juga dikenal dengan nama lain Industri Budaya (terutama di Eropa) atau juga Ekonomi Kreatif. Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
2.1.7   Peluang
Peluang usaha terdiri dari dua kata yaitu " peluang " dan " usaha ". Peluang yang dalam bahasa Inggris di sebut dengan opportunity memiliki arti sesuai dengan KBBI adalah kesempatan. Secara sederhana peluang di artikan sebagai kesempatan muncul atau terjadi pada satu peristiwa. Sementara itu, usaha memiliki pengertian berbagai daya untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Sehingga secara terminologis pengertian peluang usaha adalah kesempatan yang dapat dimanfaatkan seseorang untuk mendapatkan apa yang di inginkannya ( keuntungan - kekayaan - uang ) dengan memanfaatkan berbagai faktor baik factor eksternal maupun internal
(http://www.usaharumahan19.com/2014/07/pengertian-peluang-usaha-kewirausahaan.html)
2.1.8   Tantangan
Tantangan atau masalah adalah hambatan yang di hadapi seseorang dalam mencapai tujuan dan orang tersebut tidak mampu memecahkannya pada saat itu juga dan kemudian dalam kurun waktu tertentu mampu menyelesaikannya karena pengethuan dan pemikiran tertentu. Sedangkan menurut KBBI bahwa tantangan adalah hal atau objek yangg menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah, rangsangan (untuk bekerja lebih giat dsb), kesulitan itu merupakancara untuk lebih giat bekerja.
2.1.9   Solusi
Menurut KBBI (Kamus Beasr Bahasa Indonesia) menyatakan bahwa solusi adalah penyelesaian, pemecahan (masalah dan sebagainya), atau jalan keluar.






Masyarakat ekonomi ASEAN ( MEA) yang akan di Implementsikan 1 januari 2016 ternyata memiliki sejarah yang sukup panjang. Diawali pada bulan Desember 1997  saat KTT ASEAN di Kuala Lumpur, para pemimpin ASEAN memutuskan untuk mentransformasikan  ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi dengan tingkat pembangunan Ekonomi dan kemiskinan yang semakin berkurang.
Pada KTT ASEAN di Bali Oktober 2003, para Pemimpin ASEAN mendeklarasikan bahwa MEA merupakan tujuan integrasi ekonomi regional (Bali Concord II) pada tahun 2020. Selain MEA, Komunitas Keamanan ASEAN dan Komunitas Budaya ASEAN meruakan dua pilar integral lain dari Komunitas ASEAN yang akan dibentuk. Ketiga pilar tersebut diharapkan dapat bekerja secara erat dalam pembentukn komunitas pada tahun 2020.
Selanjutnya, pada Agustus 2006 saat pertemuan ke-38 Menteri Ekonomi ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia sepakat untuk menyusun “suatu cetak biru” yang terpadu untuk mempercepat pembentukan MEA dengan megidentifikasi berbagai karakteristik dan elemen MEA pada 2015 sesuai Bali Concord II,  dengan sasaran dan kerangka waktu yang jelas dalam mengimplementasikan berbagai langkah secara fleksibilitas yang elah disepakati sebelumnya guna mengakomodir kepentingan seluruh negara anggota ASEAN.
Pada 3 Januari 2007 saaat KTT ASEAN ke-12, pra Pemimpin ASEAN yang menegaskan komitmen yang kuat untuk mempercepat pembentukan komunitas ASEAN 2015 sejalan dengan Visi ASEAN 2020 dan BALI CONCORD II, dan menandatangani Debu Deklaration on Acceleration of the Estabilishment of an ASEAN Community. secara khusus para pemimpin sepakat untuk memepercepat pembentukan Msyarakat Ekonomi ASEAN menjadi tahun 2015.

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)/AEC (Asean Ekonomic Community) 2015 adalah proyek yang telah lama dipersiapkan oleh seluruh anggota ASEAN dengan maksud meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN dan membentuk kawasan ekonomi antar negara ASEAN yang kuat. Dengan diberlakukannya MEA pada akhir 2015, negara anggota ASEAN akan mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi dan tenaga kerja pendidik dari dan kemasing-masing negara. Dalam hal ini, yang perlu dilakukan oleh Indonesia adalah bagaimana Indonesia sebagai bagian dari komunitas ini berusaha  untuk mempersiapkan diri dan memanfaatkan peluang MEA 2015, serta harus meningkatkan kapabilitas untuk dapat bersaing dengan negara anggota ASEAN lainnya sehingga kekuatan akan kalah saing dinegri sendiri akibat terimplementasinya MEA 2015 tidak terjadi.

Mahasiswa, tentunya menjadi salah satu yang berdampak paling besar dalam kebijakan MEA ini. Lulusan perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya akan bersaing dengan para Jobseeker lokal lainnya, akan tetapi dituntut harus bersaing dengan jobseeker Internasional. Tentu dengan ketidak pastian terhadap kondisi Indonesia saat ini, akan sulit bagi lulusan perguruan tinggi Indoneia untuk bersaing dengan lulusan perguruan tinggi negara-negara lain. Itu baru lulusan perguruan tinggi, bgaimana dengan lulusan SMK, SMA atau lainnya.? Ini masih berbicara kualitas, bagaimana dengan kuantitas mahasiswa yang sedang menepuh pendidikan Indonesia saat ini ? seharusnya menjadi sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia ternyata jika dibandingkan dengan negara-negara yang ada di ASEAN, Indonesia memiliki jumlah perguruan tinggi terbanyak yakni mencapai lebih dari 3000 perguruan tinggi. Diikuti oleh Filipina dengan 2299 Perguruan Tinggi. Sementara negara-negara di ASEAN lainnya hanya memiliki ratusan perguruan tinggi seperti Malaysia (488), Vietnam (376), Thailand (141), Myanmar (169), hingga kamboja (105). Sementara negara-negara di ASEAN dengan Ekonomi maju seperti singapura dan Brunai Darussalam memiliki jumlah Pergururuan Tinggi yang sangat minim yakni singapura (19), Brunai (4).
Namun yang akan menjadi fokus pembahaasan dalam karya tulis ini adalah bagaimana peran mahasiswa dalam mengadapi MEA 2015 sehingga dari sekian banyak Mahasiswa yang tersebar di 3000 Perguruan Tinggi mau tidak mau harus melaksanakan perannya sebagai agen of change, social control dan iron stock. Tentunya mahasiswa tidak boleh diam dan berpangku tangan menunggu keajaiban datang. Sebagai elemen yang mendapat impact yang lumayan besar dengan adanya Kebijakan MEA, tentu mahasiswa segera bersiap-siap dan mulai serius serta fokus menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Indonesia, dengan wilayahya yang meliputi sebagian besar wilayah MEA serta jumlah penduduk yang besar dimana mencapai 43% dari total jumlah penduduk ASEAN, tentu akan menjadi pasar yang seksi bagi para investor asing yang akan melakukan aktivitas perdagangan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perilaku penduduk yang cenderung konsumtif, jaminan jumlah pelanggan yang besar, banyaknya pengguna layanan telekomunikasi dan internet di Indonesia, dan tentu saja luas wilayahnya yang paling luas dibandingkan negara-negara lain di kawasan Aia Tenggara menjadi pertimbangan sendiri bagi para investor asing.
Namun sayang, kesempatan ini tidak didukung dengan kesiapan yang matang dari pemerintah maupun warga negara indonesia. Kualitas sumber daya manusia pada saat ini hanya menduduki peringkat ke 6 dari 10 negara ASEAN, jauh dibawa Singapura dan Malaysia. Belum lagi yang kualitas pendidikan yang rata-rata masih di bawah standar, dengan 70% Sekolah Dasar dan Menengah yang terbesar di seluruh penjuru negeri ini belum memenuhi kelayakn berdasarkan Standar Pendidikan Nasional. Kurikulum pendidikan tinggi negeri ini pun belum mampu untuk setara dengan penidikan tinggi di negara-negara Jiran.


potensi wirausaha bagi Mahasiswa di Indonesia begitu besar, selain dlilihat dari jumlah mahasiswa yang begitu banyak ditambah sumber daya Alam yang melimpah juga dimiliki bangsa Indonesia. Kemudian didukung oleh program Industri kreatif yang semakin mendukung sehingga merupakan potensi bagi bangs ini untuk menciptakan generasi-generasi muda enterpreneur berkualitas. Bwerwirausaha memiliki manfaat yang begitu baik untuk perkembangan dan kemajuan di bidang ekonomi. Mengutip dari buku konsep dasar kewirausahaan oleh Bapak Dr. Basrowi bahwasanya Manfaat adanya para wirausaha adalah sebagai berikut[2]:
a.       Berusaha memberkan bantuan kepad orang lin dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya.
b.      Menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran
c.       Memberikan contoh bagaimana harus bekerja, tekun, tetapi tidak melupakan perintah agama
d.      Menjadi contoh bagi anggota masyarakat sebagai pribadi unggul yang patut diteladani.
e.       Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteran.
f.       Berusaha mendidik para karyawan nya menjadi orang yang mandiri, disiplin, tekun dan jujur dalam menghadapi pekerjaan.
g.      Berusaha mendidik masyarakat agar hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros.
Dengan demikian dari manfaat tersebut sudah menjadi keharusan bagi Mahasiswa untuk berwirausaha karena mahasiwalah  tempat berkumpulnya generasi-generasi intelek yang mampu dan memiliki potensi untuk memberikan perubahan secara menyeluruh bagi bangsa ini dan berwirausaha merupakan ukuran maju atau tidaknya  suatu negara. Syarat suatu negara dikatakn sebagai negara maju apabila jumlah wirausaha mecapai minimal 2% dari total jumlah penduduk. Sementara indonesia saat ini masih dibawah standar yaitu 1,65%. Sudah saatnya Mahasiswa bergerak melalui kesempatan pasar bebas ini dengan menuangkan dan mengasah serta melatih segala potensi yang dimiliki sehingga Indonesia mampu bersaing dalam Era ini.
Memang tidak semua mahasiswa mempunyai kemapuan dalam berwirausaha, namun bukan berarti idak bisa karena semua itu perlu adanya motivasi khusus sehingga menumbuhkan jiwa berwirausaha. Di negara-negara maju, keinginan seseorang untuk menjadi bos terhadap dirinya sendiri cukup besar, berkeinginan sukses tanpa harus berada di bawah tekanan orang lain, misalnya mesikipun perusahaan baru beralan satu tahun, sudah berusaha keras untuk di –franchise-kan atau diwaralabakan.[3] Melihat keadaan ini bahwasanya semua orang bisa berwirausaha dan menumbuhkan jiwa wirausaha dengan motivasi-motivasi internal maupun eksternal. Oleh karena itu, sebagai mahasiwa kita harus melek atau harus peka terhadap kondisi yang ada.

Berwirausaha bukan hal yang mudah namun juga buakn hal yang rumit, akan tetapi menjadi seorang wirausahawan membutuhkan sklill  sehinnga menjadi suatu masalah bagi kebanyakan mahasiswa yang memiliki keinginan berwirausaha namun terkendala banyak hal, mulai dari sklill, waktu, sulit dalam memperoleh modal, ikut-ikutan dan akhirnya tidak fokus, mudah menyerah, merasa sudah memiliki segalanya karena berasal dari keluarga kaya, kesulitan dalam pemasaran, takut gagal dan enggan mengambil resiko, rasa malas, kurang percaya diri, kurang semangat,
Fenomena banyaknya pengangguran yang semakin meningkat tiap harinya menjadi salah satu masalah sosial yang membutuhkan penyelesaian. Sedikitnya lapangan pekerjaan saat ini menjadi alasan utama pengangguran di negara ini, ditambah pabrik industri yang banyak merumahkan karyawanya karena mengalami kebangkrutan. Kondisi ini dapat dikurang jika kita berusaha menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk itu semua masyarakat khususnya kalangan mahasiswa yang memiliki kreativitas dan bekal ilmu yang telah diperoleh di dunia perkuliahan, sebaiknya memiliki mental berwirausaha dibanding menggantungkan diri dengan berburu pekerjaan bersama jutaan pengangguran yang juga mencar kerja.
Mahasiswa merupakan orang yang menepuh pendidikan diperguruan tinggi, yang mana jika mereka berwirausaha memang sangat tepat. Pasalnya mahasiswa tidak harus mencari pekerjaan mereka setelah lulus ataupun keluar dari perguruan tinggi. Kelebihan dari mahasiswa yang berwirausaha adalah dapat menciptakan lappangan pekerjaan Karena orang yang berwirausaha mempunyai kompetensi dibidang tersebut. Tidak harus dari jurusan yang tepat (ekonomi) karena kita ketahui bersama bahwa saat ini semua perguruan tinggi sudah metapkan kurikulum pembajaran mengenai kewirausahaan. Selain itu mahasiswa yang berwirausaha  dapat mengurangi potensi pengangguran yang akan terjadi setelah sarjana. Apalagi pada konteks Mea yang akan dihadapi oleh Indonesia diakhir 2015 ini, mahasiswa sangat penting adanya dalam berwirausaha, selain kelebihan yang telah disebutkan diatas tadi, mahasiswa dapat meningkatkan jumlah pengusaha muda yang ada di Indonesia, guna mencapai cita-cita bangsa yaitu menjadi Negara maju dan sejahtera dalam bidang perekonomiannya.
Dari segala problematika yang dihadapi indonesia dalam menyambut perhelatan besar di Asia tenggara tentu ada solusi teruama oleh mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan dengan yang mampu melakukan perubahan terhadap sebuah permasalahn. Dilingkungan perguruan tinggi atau mahasiswa dikenal yang namanya Tri dharma Perguruan Tinggi sebagai tanggung jawab setiap mahasiswa, olehnya itu melalui Tri dharma Perguruan Tinggi sebagai salah satu solusi diharapkan Mahasiswa mampu mengatasi segala permasalahan yang muncul. Dengan demikian solusi yang ditawarkan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi Asean yaitu ditekankan pada:
Berbicara mengenai perguruan Tinggi, mahasiswa adalah salah satu unsur yang melekat dalam pembahasan tersebut. Mahasiswa yang dikenal sebagai agen of change, social control dan iron stock.Tri Dharma perguruan tinggi merupakan salah satu bentuk konkret dari seluruh perguruan tinggi di indonesia. Karena sudah menjadi keharusan bagi setiap perguruan tinggi untuk melahirkan manusia-manusia yang inelek, kritik, peduli, dan berakhlak mulia.
Dalam rangka memenuhi hal tersebut mahasiswa itu sendiri harus tahu dan paham betul apa yang dimaksud dengan Tri Dharma perguruan tinggi. Pendidikan penelitian dan pengabdian. Hal ini adalah faktor yang sangat mendukung bagi mahasiswa agar terselenggaranya program Asean Economic Community ( AEC)  tercipta sinegitas dengan program pemerintah indonesia yaitu Ekonomi Kreatif.
Perlu dipahami bahwa perkembangan dan ranah pendidikan saat ini sudah sangat berbeda dan sangat kompleks. Perguruan tinggi perlu memperlengkapi para mahasiswa-mahasiswinya dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja saat ini. Berdasarkan laporan dari Pearson (2014) seperti dikutip Tribunnews.com, pendidikan jaman sekarang bukan lagi sekedar 3Rs (Reading wRaiting, aRithmetic) tapi juga harus menyangkut keteramilan-keterampilan baru  yang dibutuhkan dalam dunia kerja sekarang seperti leadership, digital Literacy, Communication, Emotional Intelligency, Enterpreneurship, Global Citizenship, Problem Solving, and team-working.
a.       Leadership adalah keterampilan untuk mempengaruhi diri sendiri (self leadership), memengaruhi team ( team Leadership) dan juga memengaruhi semua orang di dalam organisasi (organization  Leadership) agar berkomitmen dan bekerja sama untuk mencapai visi dan misi yang dicanangkan organisasi tersebut.
b.      Digital literacy berkaitan dengan keterampila dalam tiga hal berikut, yakni : kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat komunikasi atau jaringan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan dan menciptakan informasi, kemampuan untuk memahami dan menggunakn nformasi dalam berbagai format dari berbagai sumber ketika disajikan melalui komputer, dan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas-tugas secara efektif dalam lingkunan digital.
c.       Communication berkitan dengan keterampilan mengkomunikasikan informasi penting secara mudah dan singkat agar dapat dipergunakan untuk pembuatan keputusan peningkatan kinerja organisasi.
d.      Emotional intelligence (EQ)  adalah keterampilan untuk mengidentifikasi, menggunakan, memahami, dan mengelola emosi secara positif untuk meredahkan stres, berkomuniksi secara efektif dengan orang lain, berempati dengan orang lain, mengatasi tantangan dan meredahkan konflik.
e.       Enterpreneurship adalah kemampuan untung mengembangkan, mengatur dan mengella usaha-usaha kreatif bersama engan risiko yang diperhitungkan (calculated risks) dalam rngka untuk menciptakan manfaat-manfaat dari usaha-usaha kreatif itu.
f.       Global citizenship adalah keterampilan seseorang yang mampu menempatkan identitas mereka agar sesuai dengan komunitas global lebih adripada identitas mereka sebagai warga negara tertentu atau asal suku bangsa tertentu.
g.      Problem solving adaah proses mental yang melibatkan, menemukan, menganalisis dan memecahkan masalah. Tujuan utama dari pemecahan masalah adalah untuk mengatasi hambatan dan mengenali solusi yang terbaik untuk memecahka masalah.
h.      Teamwork adalah proses bekerja bersama-sama dengan sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan bersama. Teamwork ini merupakan bagian penting dari keberhasilan organisasi, karena kita membutuhkan rekan-rekan kerja utuk bekerja sama dengan baik,mencoba ide-ide terbaik mereka dalam situasi apapun agar mencapai sinergi dalam hasil.

Fenomena banyaknya pengangguran yang semakin meningkat tiap harinya menjadi salah satu masalah sosial yang membutuhkan penyelesaian. Sedikitnya lapangan pekerjaan saat ini menjadi alasan utama pengangguran di negara ini, ditambah pabrik industri yang banyak merumahkan karyawanya karena mengalami kebangkrutan. Kondisi ini dapat dikurang jika kita berusaha menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk itu semua masyarakat khususnya kalangan mahasiswa yang memiliki kreativitas dan bekal ilmu yang telah diperoleh di dunia perkuliahan, sebaiknya memiliki mental berwirausaha dibanding menggantungkan diri dengan berburu pekerjaan bersama jutaan pengangguran yang juga mencar kerja.

Industri kreatif saat ini menjadi pondasi perekonomian nasional dimana merupakan program pemerintah yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar Domestik maupun ekspor. Alasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif antara lain karena Ekonomi kreatif berpotensi besar dalam memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan; Menciptakan iklim bisnis yang positif; Membangun citra dan identitas bangsa; Mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber yang daya yang terbarukan; Membangun inovasi dan kreativitas yang merupakn keunggulan kompetitif suatu bangsa; memberikan dampak sosial yang positif.
Dengan mengaplikasikan Industri kreatif yang terdiri dari 15 macam industri melalui kewirausaan maka menjadi solusi dalam menghadapi MEA, 15 industri kreati tersebut adalah Periklanan, Arsitektur, seni, kerainan, desain, desain fesyen, film, musik, seni oertunjukan, penerbitan, riset dan pengembangan, piranti lunak, mainan dan permainan, TV dan radio, Permaian, dan video. Untuk melakukan wirausaha kedalam industri kreatif ini benar-benar membutuhkan tenaga-tenaga yang ahli dalam bidang teknologi, untuk itu teknologi adalah faktor penentu twerwujudnya program ini dan sebagi penentu kemajuan perekonomian Indonesia. Olehnya itu Ilmu Pengetahuan dan teknologi harus dikuasai sepenuhnya bgai seluruh mahasiswa untuk bisa bersaing dalam Era Mea  Ini. Mengapa demikian ? karena yang menjadi modal atau fondasi bagi bangsa indonesia dalam memasuki Era MEA adalah Industri Kreatif sehingga seluruh masyarakat wajib mengusai khususnya mahasiswa.
Sekretaris jendral dan ekonomi kreatif, Ukus Kuswara pada Tabloid diplomasi November 2014 menyatakan bahwa ekonmi kreatif merupakan sektor strategis dalam pembangunan nasaional yaitu : berkontribusi sebesar 7% terhadap PBD dari total tenaga kerja nasional, menciptakan 5,4 juta usaha atau sekitar 9,68% dari total jumlah usaha nasional, serta berkontribusi terhadap devisa negara sebesar 119 Triliun atau sebesar 5,72 dari total ekspor nasional.
Melalui peran mahasiswa dalam mengadapi MEA yang kemudian dihubungkan dengan program pemerintah saat ini yaitu pengembangan Industri kreatif dalam berwirausaha sehingga akan fokus pada satu tujuan dan tercipta sinergitas yang terarah. Dengan demikian untuk mewujudkan indonesia yang maju dalam bidang perekonomian dan menghadapi tantangan MEA maka mahasiswa dalam melaksanakan peranya perlu adanya sinergitas sehingga segala aktivitas dalam MEA berpondasikan atau bertolak ukur pada Ekonomi kreatif/industri kreatif dengan menciptakan Enterprener handal.

Kemampuan mahasiswa untuk mewujudkan kreativitas yang diramu dalam sense atau nilai seni, teknologi, pengetahuan dan budaya menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi Asean.
Alasan mengapa indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif anatar lain karena Industri kreatif berpengaruh besar dalam memberikan kontribusi ekonomi sehingga mahasiswa dalam menjalakan sebagai perannya melalui Ekonomi kreatif dalam bersaing dengan negara-negara di Asean lainnya sangat perlu meningkatkan kualitas diri dari dan sekitarnya dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi  misalnya melalui pelatihan-pelatihan, kursus bahasa maupun teknologi, seminar-seminar, berorgnisasi, dan lain sebagainya yang mana mampu mewujudkan masyarakat yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi terutama mengusai secara keseluruhan terkait dengan basis yang dimiliki.
Generasi Muda dalam hal ini mahasiswa salah satu tonggak keberhasilan untuk mewujudkan tujuan negara, karena kaum mudalah pemegang keberlanjutan negara.

4.1. Kesimpulan

Masyarakat ekonomi ASEAN ( MEA) yang akan di Implementsikan 1 januari 2016 ternyata memiliki sejarah yang sukup panjang. Diawali pada bulan Desember 1997  saat KTT ASEAN di Kuala Lumpur, para pemimpin ASEAN memutuskan untuk mentransformasikan  ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi dengan tingkat pembangunan Ekonomi dan kemiskinan yang semakin berkurang. Mahasiswa sebagai Agen of Change, social control dan Iron Stock memiliki peran penting dalam mewujudkan Masyarkat Adil dan Makmur melalui program Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan mensinergikan antara program tersebut dengan Industri Kreatif yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia Sebagai Pondasi perkembangan Ekonomi Indonesia.

4.2. Saran

Saran kami sebagai penulis untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur melalui Program Mayarakat Ekonomi ASEAN tentunya membutuhkan generasi berkuliatas dengan dukungan dari pergurun tinggi yang telah menerapkan beberapa kurikulum guna memenuhi standar pendidikan internasional sehinnga mampu bersaing dalam kancah Internasional.


DAFTAR PUSTAKA

Basrowi.2011.Kewirausahaan untuk Perguruan Tinggi.Ghalia Indonesia.Bogor.
Joewano, Handito hadi.2008. The Strategies to Enchane Indonesia’s Agro-Based Industry Competitiveness.Fakultas ekonomi dan Bisnis:Universitas Gadjah Mada.
Kuncoro, Mudrajad. 2007. EKONOMIKA INDUSTRI INDONESIA (Menuju Negara Industri Baru 2030?). CV Andi Offset:Yogyakarta.
Sambodo,dkk.2008.Meningkatkan Daya Saing Perekonomian Nasional: pelajaran dari Industri terpilih.Fakultas ekonomi dan Bisnis:Universitas Gadjah Mada.
Simatupang,Togar M. Perkembangan Industri Kreatif.Sekolah Bisnis dan Manajemen :Institut Teknologi Bandung
Tjiptoherijanjanto, Prijono.1997.Prospek Perekonomian Indonesia dalam Rangka Globalisasi.Penerbit Rineka Cipta:Jakarta.
Forlap.dikti.go.id

No comments:

Post a Comment