PERAN
MAHASISWA MELALUI WIRAUSAHA DALAM SINERGITAS PROGRAM MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
DAN EKONOMI KREATIF
2015

OLEH
WA
ODE NUR SALAM
WA
ODE ORINA
UNIVERSITAS
ISLAM SULTAN AGUNG
EKONOMI
2015
Ringkasan
MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)
adalah sebuah integrasi ekonomiASEAN dalam
menghadapi perdagangan
bebas
antarnegara-negara ASEAN. Seluruh negara anggota ASEAN telah
menyepakati perjanjian ini. MEA dirancang untuk mewujudkan Wawasan ASEAN 2020. Dalam
menghadapi persaingan yang teramat ketat selama MEA ini, negara-negara ASEAN
haruslah mempersiapkan sumber
daya manusia (SDM) yang trampil, cerdas, dan kompetitif,.
Sepanjang sejarah, mahasiswa di berbagai negara mengambil peran penting dalam
sejarah suatu negara. Miasalnya, di Indonesia pada Mei 1998, ratusan ribu
mahasiswa berhasil mendesak Presiden Soeharto
untuk mundur dari jabatannya. Dan saat ini mahasiswa sedang dihadapkan dengan sebuah
program yang mengharuskan mahaswa untuk berkontribusi penuh sebagaimana
perannya sebagai agen of Change, social Control dan iron stock.
Melalui program Masyarakat
Ekonomi Asean maka mahasiswa dengan perannya berupaya mensinergikan antara
progam tersebut dengan yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia yaitu
Industri kreatif sehingga terfokus pada satu arah.
Menurut Drs. Joko Untoro bahwa
kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi
kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara
manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Sedangkan pengertian wirausaha
adalah orang yang mendari jalankan wirausaha itu sendiri. Dengan demikian perlu
adanya sinergitas antara Wirausaha, Ekonomi Kreatif dan Masyarakat Ekonomi
Asean.
DAFTAR ISI
HalamanJudul
Ringkasan
Daftarisi
BAB IV19
PENUTUP19
BAB
II
PENDAHULUAN
Sudah
menjadi konsumsi publik bahwa tidak lama lagi Indonesia akan mengalami suatu kegiatan ekonomi yang harus
diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan semua Negara ASEAN. Kegiatan
tersebut merupakan perhelatan pasar bebas atau pasar tunggal ASIA yang biasa
disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sedangakan latar belakang dari
terbaentuknya MEA ini adalah berawal dari kesepakatan para pemimpin ASEAN dalam
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Salah satu kesepakatan tersebut bertujuan
untuk meningkatkan daya saing ASEAN serta bisa menyaingi Tiongkok dan India
untuk menarik investasi asing. Dalam garis besar tujuan terbentukanya MEA yaitu
untuk meningkatkan stabilitas Perekonomian dikawasan Asean serta diharapkan
mampu mangatasi masalah – masalah ekonomi ASEAN.
Pasar bebas ini menyerukan kita untuk selalu bersaing dan
berkompetensi dalam setiap bidang yang digeluti karena dampak dari MEA ini
bukan hanya pada perdagangan bebas produk tetapi juga mencakup pada bebas
investasi, arus bebas modal, arus bebas
jasa yang mana sangat dibutuhkan tenaga kerja yang handal dan terampil.Tentunya
ajang ini adalah suatu peluang besar bagi Indonesia untuk memajukan perekonomian menjadi jauh lebih baik yang
akan ditinjau dari pendapatan perkapita masyarakat Indonesia. Tetapi tidak
menutup kemungkinan bahwa hal itu juga merupakan sebuah tantangan besar bagi
Indonesia jika masyarakat Indonesia tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi
MEA yang akan diimplementasikan pada akhir 2015 ini. Selain itu, Indonesia
menjadi pasar utama besar untuk arus barang dan investasi karena sebanyak 43%
penduduk yang ada diIndonesia melebihi dari jumlah pendudukanggota MEA.
Persiapan
diri tidak hanya dilukakan oleh para pengusaha yang memang sudah menggeluti
usaha mereka sejak beberapa tahun terakhir, bukan para pekerja yang menawarkan
jasanya dimana mereka menawarkan kepandaian dan kemampuan mereka yang telah
berlangsung cukup lama, bukan para pegawai pemerintahan bahkan bukan hanya
penggangguran yang semakin membludak tetapi mahasiswa juga berkewjiban
mempersiapkan diri untuk menghadapi perhelatan akbar ini agar tidak tertinggal
dan tidak menjadi objek dari kegiatan ekonomi yang sangat menguntungkan bagi
Indonesia.
Jika berbicara mengenai mahasiswa tentunya mahasiswa
menjadi ikon penting (subyek) sebagai pelaku ekonomi dalam MEA karena dari 225
juta penduduk Indonesia 4.521.260 adalah mahasiswa. Hal ini merupakan suatu
peluang jika mahasiswa berkontribusi dalam MEA. Mahasiswa dapat berwirausaha
tanpa harus mengganggu rutinitas perkuliahan. Karena jika
menginginkan Indonesia menjadi Negara maju maka dibutuhkan
2% dari total penduduk Indonesia untuk berwirausaha atau menjadi entrepreneur. Saat ini
wirausahaan Indonesia hanya 1,65% dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini
sangat disayangkan jika mahasiswa ataupun masyarakat umum lainnya tidak dapat
mengusai pasar bebas nantinya.
Pertumbuhan wirausaha sudah sangat mendesak menjelang MEA
ini, olehnya itu peran mahasiswa dalam menghadapi MEA adalah bisa menjadi
wirausahawan yang mampu berkompetensi dengan wirausahawaan yang telah lebih
dulu berkarir. Mampu membaca peluang besar ini dengan memanfaatkan 15 ekonomi
kreatif yang diusung oleh pemerintah Indonesia. pemerintah juga mencanangkan
suatu program untuk mahasiswa yang mau berwirausaha dengan memberikan sokongan
dana sebesar 2 miliar jika mengajukan proposal dan disetujui. Pendidikan
kewirausahaan pun dimasukan dalam kurikulum perguruan tinggi yang merupakan
salah satu usaha perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam
berwirausaha sehingga perguruan tinggi dapat menghasilkan usahawan – usahawan
muda yang sangat berkompeten. Karena fungsi dari perguruan tinggi berkembang
dari agen pendidikan dan penelitian menjadi agen budaya sehingga ada agen
pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan.
a.
Bagaimana
sejarah singkat berdirinya Mea
b.
Bagaimana
potensi mahasiswa Indonesia Saat ini ? (kelemahan dan kelebihan)
c.
Apa
yang dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi MEA dilihat dari sudut pandang
pendidikan (Mahasiswa) ?
d.
Bagaima
solusi yang ditawarkan sebagai mahasiswa terhadap masalah yang dihadapi
Indonesia saat ini ?
a.
Mengetahui
bagaimana sejarah singkat berdirinya MEA
b.
Mengetahui
Bagaimana potensi mahasiswa Indonesia Saat ini ?
c. Mengetaui apa yang dibutukan Indonesia
untuk menghadapi MEA dilihat dari sudut pandang pendidikan (Mahasiswa)?
d. Mengetahui solusi yang harus ditawarkan
oleh mahasiswa terhadap masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.
Manfaat dari penulisan
Karya Tulis Ilmiah ini adalah untuk membahas peran mahasiswa dalam mengadapi
Masyarakat Ekonomi ASEAN, sehingga mengetahui berbagai peluang dan tantangan
bagi mahasiswa dalam berwirausaha menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN untuk
mewujudkan masyarakat adil dan makmur
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang informasi umum yaitu latar belakang
penelitian, perumusan masalah, tujuan dan manfaat, dan sistematika penulisan
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan teori yang diambil dari beberapa kutipan buku, jurnal,
artikel dan internet yang berupa pengertian dan definisi.
BAB III : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisikan gambaran yang berupa
jawaban dari rumusan masalah yang dituangkan dalam penulisan ini.
BAB IV : PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan
analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab
sebelumnya.
2.1. Landasan Teori
2.1.1. MEA
MEA (Masyarakat Ekonomi
Asean) adalah sebuah integrasi ekonomiASEAN
dalam menghadapi perdagangan
bebas antarnegara-negara ASEAN. Seluruh
negara anggota ASEAN
telah menyepakati perjanjian ini. MEA dirancang untuk mewujudkan Wawasan ASEAN
2020. Dalam menghadapi persaingan yang
teramat ketat selama MEA ini, negara-negara ASEAN haruslah mempersiapkan sumber daya manusia
(SDM) yang trampil, cerdas, dan kompetitif (Wikipedia).
2.1.2. ASEAN
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara
(Perbara) atau lebih populer
dengan sebutan Association of
Southeast Asian Nations (ASEAN)
merupakan sebuah organisasi
geo-politik
dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia
Tenggara, yang didirikan di Bangkok,
8 Agustus1967
berdasarkan Deklarasi
Bangkok oleh Indonesia,
Malaysia,
Filipina,
Singapura,
dan Thailand.
Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya,
memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regionalnya, serta meningkatkan
kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai. ASEAN
meliputi wilayah daratan seluas 4.46 juta km² atau setara dengan 3% total luas
daratan di Bumi,
dan memiliki populasi yang mendekati angka 600 juta orang atau setara dengan
8.8% total populasi dunia. Luas wilayah laut ASEAN tiga kali lipat dari luas
wilayah daratan. Pada tahun 2010, kombinasi nominal GDP ASEAN telah tumbuh
hingga 1,8 Triliun Dolar AS. Jika ASEAN adalah sebuah entitas tunggal, maka
ASEAN akan duduk sebagai ekonomi terbesar kesembilan setelah Amerika Serikat,
Cina,
Jepang,
Jerman,
Perancis,
Brazil,
Inggris,
dan Italia.
2.1.3 Mahasiswa
Mahasiswa adalah
sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan
tinggi di sebuah perguruan
tinggi yang terdiri atas sekolah tinggi, akademi, dan yang paling
umum adalah universitas. Sepanjang sejarah, mahasiswa di berbagai negara
mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara. Miasalnya, di Indonesia
pada Mei 1998, ratusan ribu mahasiswa berhasil mendesak Presiden Soeharto
untuk mundur dari jabatannya.[1]
2.1.4 Wirausaha
Wirausahawan (bahasa Inggris:
entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha
yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk
baru, menentukan cara produksi baru,
menyusun manajemen
operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya,
serta mengatur permodalan operasinya.kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu
yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan
nilai lebih.Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu
keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan
oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang
dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang
lain. Sedangkan pengertian
wirausaha adalah orang yang mendari jalankan wirausaha itu sendiri.
2.1.5 Program
Mahasiswa Wirausaha
Program Mahasiswa Wirausaha adalah
program pengembangan dan pembinaan kemahasiswaan dalam bidang entrepreneuships,
guna meningkatkan perilaku inovatif dan kreatif dalam penyusunan usaha. Jadi
ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan diri bagi mahasiswa pada era MEA yang
akan dihadapi akhir Desember mendatang. Sebagaimana dijelaskan pada manfaat
dari program ini adalah 1)Memberikan pengalaman bekerja secara nyata di UKM,
sehingga dapat meningkatkan soft skill dan hard skillnya.2)Terlibat secara
langsung dalam praktek dunia UKM, sehingga tumbuh jiwa entreupreneurshipnya dan
mendorong keberaniannya untuk mencoba suatu bidang usaha baik secara perorangan
maupun kelompok.3)Melihat dan merasakan secara nyata relevansi antara
teori-teori yang dipelajari di bangku kulaih dengan dunia UKM. Dengan hal
tersebut menjadikan program ini sebagai peluang ataupun kesempatan yang harus
diambil oleh mahasiswa yang berjiwa Entrepreneur yang
kooperatif (http://dit-mawa.upi.edu/?page_id=397).
Selain
program untuk mahasiswa diatas ada juga program lain yang ditawarkan bagi
mahasiswa ataupun generasi muda yang lainnya. Wirausaha
Mandiri yang umum disingkat WMM merupakan salah satu kontribusi Bank Mandiri
bagi pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia, yang fokus pada generasi muda yang
merupakan generasi penerus bangsa. Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi
dari keprihatinan Bank Mandiri terhadap besarnya jumlah pengangguran di
Indonesia, terutama dari kalangan generasi muda. Program Wirausaha Muda Mandiri
bertujuan untuk mengubah pola pikir mahasiswa
maupun kaum muda lainnya agar mau melakukan kewirausahaan,
sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan
kerja. Program Wirausaha Muda Mandiri meliputi penghargaan, workshop, beasiswa,
dan modul kewirausahaan
2.1.6
Industri
Kreatif
Industri
Kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan
penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi. Industri kreatif juga
dikenal dengan nama lain Industri Budaya (terutama di Eropa) atau juga Ekonomi
Kreatif. Kementerian Perdagangan
Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif
adalah industri
yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu
untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan
dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
2.1.7 Peluang
Peluang usaha terdiri dari dua kata
yaitu " peluang " dan " usaha ". Peluang yang dalam bahasa
Inggris di sebut dengan opportunity memiliki arti sesuai dengan KBBI adalah
kesempatan. Secara sederhana peluang di artikan sebagai kesempatan muncul atau
terjadi pada satu peristiwa. Sementara itu, usaha memiliki pengertian berbagai
daya untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Sehingga secara terminologis
pengertian peluang usaha adalah kesempatan yang dapat dimanfaatkan seseorang
untuk mendapatkan apa yang di inginkannya ( keuntungan - kekayaan - uang )
dengan memanfaatkan berbagai faktor baik factor eksternal maupun internal
(http://www.usaharumahan19.com/2014/07/pengertian-peluang-usaha-kewirausahaan.html)
2.1.8 Tantangan
Tantangan atau masalah adalah
hambatan yang di hadapi seseorang dalam mencapai tujuan dan orang tersebut
tidak mampu memecahkannya pada saat itu juga dan kemudian dalam kurun waktu
tertentu mampu menyelesaikannya karena pengethuan dan pemikiran tertentu.
Sedangkan menurut KBBI bahwa tantangan adalah hal
atau objek yangg menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi
masalah, rangsangan (untuk bekerja lebih giat dsb), kesulitan itu
merupakancara untuk lebih giat bekerja.
2.1.9 Solusi
Menurut KBBI (Kamus Beasr Bahasa
Indonesia) menyatakan bahwa solusi adalah penyelesaian,
pemecahan (masalah dan sebagainya), atau jalan keluar.
Masyarakat
ekonomi ASEAN ( MEA) yang akan di Implementsikan 1 januari 2016 ternyata
memiliki sejarah yang sukup panjang. Diawali pada bulan Desember 1997 saat KTT ASEAN di Kuala Lumpur, para pemimpin
ASEAN memutuskan untuk mentransformasikan
ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi
dengan tingkat pembangunan Ekonomi dan kemiskinan yang semakin berkurang.
Pada
KTT ASEAN di Bali Oktober 2003, para Pemimpin ASEAN mendeklarasikan bahwa MEA
merupakan tujuan integrasi ekonomi regional (Bali Concord II) pada tahun 2020.
Selain MEA, Komunitas Keamanan ASEAN dan Komunitas Budaya ASEAN meruakan dua
pilar integral lain dari Komunitas ASEAN yang akan dibentuk. Ketiga pilar
tersebut diharapkan dapat bekerja secara erat dalam pembentukn komunitas pada
tahun 2020.
Selanjutnya, pada Agustus 2006 saat pertemuan ke-38 Menteri Ekonomi
ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia sepakat untuk menyusun “suatu cetak biru” yang terpadu untuk mempercepat pembentukan
MEA dengan megidentifikasi berbagai karakteristik dan elemen MEA pada 2015
sesuai Bali Concord II, dengan sasaran dan kerangka waktu yang
jelas dalam mengimplementasikan berbagai langkah secara fleksibilitas yang elah
disepakati sebelumnya guna mengakomodir kepentingan seluruh negara anggota
ASEAN.
Pada 3 Januari 2007 saaat KTT ASEAN ke-12, pra Pemimpin ASEAN yang
menegaskan komitmen yang kuat untuk mempercepat pembentukan komunitas ASEAN
2015 sejalan dengan Visi ASEAN 2020 dan BALI
CONCORD II, dan menandatangani Debu
Deklaration on Acceleration of the Estabilishment of an ASEAN Community. secara
khusus para pemimpin sepakat untuk memepercepat pembentukan Msyarakat Ekonomi
ASEAN menjadi tahun 2015.
Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA)/AEC (Asean Ekonomic Community) 2015 adalah proyek yang
telah lama dipersiapkan oleh seluruh anggota ASEAN dengan maksud meningkatkan
stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN dan membentuk kawasan ekonomi antar
negara ASEAN yang kuat. Dengan diberlakukannya MEA pada akhir 2015, negara
anggota ASEAN akan mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi dan tenaga
kerja pendidik dari dan kemasing-masing negara. Dalam hal ini, yang perlu
dilakukan oleh Indonesia adalah bagaimana Indonesia sebagai bagian dari
komunitas ini berusaha untuk
mempersiapkan diri dan memanfaatkan peluang MEA 2015, serta harus meningkatkan
kapabilitas untuk dapat bersaing dengan negara anggota ASEAN lainnya sehingga
kekuatan akan kalah saing dinegri sendiri akibat terimplementasinya MEA 2015
tidak terjadi.
Mahasiswa,
tentunya menjadi salah satu yang berdampak paling besar dalam kebijakan MEA
ini. Lulusan perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya akan bersaing dengan
para Jobseeker lokal lainnya, akan
tetapi dituntut harus bersaing dengan jobseeker
Internasional. Tentu dengan ketidak pastian terhadap kondisi Indonesia saat
ini, akan sulit bagi lulusan perguruan tinggi Indoneia untuk bersaing dengan
lulusan perguruan tinggi negara-negara lain. Itu baru lulusan perguruan tinggi,
bgaimana dengan lulusan SMK, SMA atau lainnya.? Ini masih berbicara kualitas,
bagaimana dengan kuantitas mahasiswa yang sedang menepuh pendidikan Indonesia
saat ini ? seharusnya menjadi sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia ternyata
jika dibandingkan dengan negara-negara yang ada di ASEAN, Indonesia memiliki
jumlah perguruan tinggi terbanyak yakni mencapai lebih dari 3000 perguruan
tinggi. Diikuti oleh Filipina dengan 2299 Perguruan Tinggi. Sementara
negara-negara di ASEAN lainnya hanya memiliki ratusan perguruan tinggi seperti
Malaysia (488), Vietnam (376), Thailand (141), Myanmar (169), hingga kamboja
(105). Sementara negara-negara di ASEAN dengan Ekonomi maju seperti singapura
dan Brunai Darussalam memiliki jumlah Pergururuan Tinggi yang sangat minim
yakni singapura (19), Brunai (4).
Namun yang
akan menjadi fokus pembahaasan dalam karya tulis ini adalah bagaimana peran
mahasiswa dalam mengadapi MEA 2015 sehingga dari sekian banyak Mahasiswa yang
tersebar di 3000 Perguruan Tinggi mau tidak mau harus melaksanakan perannya
sebagai agen of change, social control
dan iron stock. Tentunya mahasiswa tidak boleh diam dan berpangku tangan
menunggu keajaiban datang. Sebagai elemen yang mendapat impact yang lumayan besar dengan adanya Kebijakan MEA, tentu
mahasiswa segera bersiap-siap dan mulai serius serta fokus menghadapi
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Indonesia,
dengan wilayahya yang meliputi sebagian besar wilayah MEA serta jumlah penduduk
yang besar dimana mencapai 43% dari total jumlah penduduk ASEAN, tentu akan
menjadi pasar yang seksi bagi para investor asing yang akan melakukan aktivitas
perdagangan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perilaku penduduk
yang cenderung konsumtif, jaminan jumlah pelanggan yang besar, banyaknya
pengguna layanan telekomunikasi dan internet di Indonesia, dan tentu saja luas
wilayahnya yang paling luas dibandingkan negara-negara lain di kawasan Aia
Tenggara menjadi pertimbangan sendiri bagi para investor asing.
Namun
sayang, kesempatan ini tidak didukung dengan kesiapan yang matang dari
pemerintah maupun warga negara indonesia. Kualitas sumber daya manusia pada
saat ini hanya menduduki peringkat ke 6 dari 10 negara ASEAN, jauh dibawa
Singapura dan Malaysia. Belum lagi yang kualitas pendidikan yang rata-rata
masih di bawah standar, dengan 70% Sekolah Dasar dan Menengah yang terbesar
di seluruh penjuru negeri ini belum memenuhi kelayakn berdasarkan Standar
Pendidikan Nasional. Kurikulum pendidikan tinggi negeri ini pun belum mampu
untuk setara dengan penidikan tinggi di negara-negara Jiran.
potensi
wirausaha bagi Mahasiswa di Indonesia begitu besar, selain dlilihat dari jumlah
mahasiswa yang begitu banyak ditambah sumber daya Alam yang melimpah juga
dimiliki bangsa Indonesia. Kemudian didukung oleh program Industri kreatif yang
semakin mendukung sehingga merupakan potensi bagi bangs ini untuk menciptakan
generasi-generasi muda enterpreneur berkualitas. Bwerwirausaha memiliki manfaat
yang begitu baik untuk perkembangan dan kemajuan di bidang ekonomi. Mengutip
dari buku konsep dasar kewirausahaan oleh Bapak Dr. Basrowi bahwasanya Manfaat
adanya para wirausaha adalah sebagai berikut[2]:
a. Berusaha memberkan bantuan kepad orang
lin dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya.
b. Menambah daya tampung tenaga kerja
sehingga dapat mengurangi pengangguran
c. Memberikan contoh bagaimana harus
bekerja, tekun, tetapi tidak melupakan perintah agama
d. Menjadi contoh bagi anggota masyarakat
sebagai pribadi unggul yang patut diteladani.
e. Sebagai generator pembangunan
lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteran.
f. Berusaha mendidik para karyawan nya
menjadi orang yang mandiri, disiplin, tekun dan jujur dalam menghadapi
pekerjaan.
g.
Berusaha
mendidik masyarakat agar hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak
boros.
Dengan demikian dari manfaat
tersebut sudah menjadi keharusan bagi Mahasiswa untuk berwirausaha karena
mahasiwalah tempat berkumpulnya
generasi-generasi intelek yang mampu dan memiliki potensi untuk memberikan
perubahan secara menyeluruh bagi bangsa ini dan berwirausaha merupakan ukuran
maju atau tidaknya suatu negara. Syarat
suatu negara dikatakn sebagai negara maju apabila jumlah wirausaha mecapai
minimal 2% dari total jumlah penduduk. Sementara indonesia saat ini masih
dibawah standar yaitu 1,65%. Sudah saatnya Mahasiswa bergerak melalui
kesempatan pasar bebas ini dengan menuangkan dan mengasah serta melatih segala
potensi yang dimiliki sehingga Indonesia mampu bersaing dalam Era ini.
Memang tidak semua mahasiswa
mempunyai kemapuan dalam berwirausaha, namun bukan berarti idak bisa karena
semua itu perlu adanya motivasi khusus sehingga menumbuhkan jiwa berwirausaha.
Di negara-negara maju, keinginan seseorang untuk menjadi bos terhadap dirinya
sendiri cukup besar, berkeinginan sukses tanpa harus berada di bawah tekanan
orang lain, misalnya mesikipun perusahaan baru beralan satu tahun, sudah
berusaha keras untuk di –franchise-kan
atau diwaralabakan.[3]
Melihat keadaan ini bahwasanya semua orang bisa berwirausaha dan menumbuhkan
jiwa wirausaha dengan motivasi-motivasi internal maupun eksternal. Oleh karena
itu, sebagai mahasiwa kita harus melek atau harus peka terhadap kondisi yang
ada.
Berwirausaha bukan hal
yang mudah namun juga buakn hal yang rumit, akan tetapi menjadi seorang
wirausahawan membutuhkan sklill sehinnga
menjadi suatu masalah bagi kebanyakan mahasiswa yang memiliki keinginan
berwirausaha namun terkendala banyak hal, mulai dari sklill, waktu, sulit dalam
memperoleh modal, ikut-ikutan dan akhirnya tidak fokus, mudah menyerah, merasa
sudah memiliki segalanya karena berasal dari keluarga kaya, kesulitan dalam
pemasaran, takut gagal dan enggan mengambil resiko, rasa malas, kurang percaya diri,
kurang semangat,
Fenomena banyaknya
pengangguran yang semakin meningkat tiap harinya menjadi salah satu masalah
sosial yang membutuhkan penyelesaian. Sedikitnya lapangan pekerjaan saat ini
menjadi alasan utama pengangguran di negara ini, ditambah pabrik industri yang
banyak merumahkan karyawanya karena mengalami kebangkrutan. Kondisi ini
dapat dikurang jika kita berusaha menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk itu
semua masyarakat khususnya kalangan mahasiswa yang memiliki kreativitas dan
bekal ilmu yang telah diperoleh di dunia perkuliahan, sebaiknya memiliki mental
berwirausaha dibanding menggantungkan diri dengan berburu pekerjaan bersama
jutaan pengangguran yang juga mencar kerja.
Mahasiswa
merupakan orang yang menepuh pendidikan diperguruan tinggi, yang mana jika
mereka berwirausaha memang sangat tepat. Pasalnya mahasiswa tidak harus mencari
pekerjaan mereka setelah lulus ataupun keluar dari perguruan tinggi. Kelebihan
dari mahasiswa yang berwirausaha adalah dapat menciptakan lappangan pekerjaan
Karena orang yang berwirausaha mempunyai kompetensi dibidang tersebut. Tidak
harus dari jurusan yang tepat (ekonomi) karena kita ketahui bersama bahwa saat
ini semua perguruan tinggi sudah metapkan kurikulum pembajaran mengenai
kewirausahaan. Selain itu mahasiswa yang berwirausaha dapat mengurangi potensi pengangguran yang
akan terjadi setelah sarjana. Apalagi pada konteks Mea yang akan dihadapi oleh
Indonesia diakhir 2015 ini, mahasiswa sangat penting adanya dalam berwirausaha,
selain kelebihan yang telah disebutkan diatas tadi, mahasiswa dapat
meningkatkan jumlah pengusaha muda yang ada di Indonesia, guna mencapai
cita-cita bangsa yaitu menjadi Negara maju dan sejahtera dalam bidang
perekonomiannya.
Dari
segala problematika yang dihadapi indonesia dalam menyambut perhelatan besar di
Asia tenggara tentu ada solusi teruama oleh mahasiswa yang dikenal sebagai agen
perubahan dengan yang mampu melakukan perubahan terhadap sebuah permasalahn.
Dilingkungan perguruan tinggi atau mahasiswa dikenal yang namanya Tri dharma
Perguruan Tinggi sebagai tanggung jawab setiap mahasiswa, olehnya itu melalui
Tri dharma Perguruan Tinggi sebagai salah satu solusi diharapkan Mahasiswa mampu
mengatasi segala permasalahan yang muncul. Dengan demikian solusi yang
ditawarkan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi Asean yaitu ditekankan pada:
Berbicara mengenai perguruan Tinggi, mahasiswa adalah salah
satu unsur yang melekat dalam pembahasan tersebut. Mahasiswa yang dikenal
sebagai agen of change, social control
dan iron stock.Tri Dharma perguruan tinggi merupakan salah satu bentuk
konkret dari seluruh perguruan tinggi di indonesia. Karena sudah menjadi
keharusan bagi setiap perguruan tinggi untuk melahirkan manusia-manusia yang
inelek, kritik, peduli, dan berakhlak mulia.
Dalam rangka memenuhi hal tersebut mahasiswa itu sendiri
harus tahu dan paham betul apa yang dimaksud dengan Tri Dharma perguruan
tinggi. Pendidikan penelitian dan pengabdian. Hal ini adalah faktor yang sangat
mendukung bagi mahasiswa agar terselenggaranya program Asean Economic Community
( AEC) tercipta sinegitas dengan program
pemerintah indonesia yaitu Ekonomi Kreatif.
Perlu dipahami bahwa perkembangan dan ranah pendidikan saat
ini sudah sangat berbeda dan sangat kompleks. Perguruan tinggi perlu memperlengkapi
para mahasiswa-mahasiswinya dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan
dunia kerja saat ini. Berdasarkan laporan dari Pearson (2014) seperti dikutip Tribunnews.com, pendidikan jaman sekarang
bukan lagi sekedar 3Rs (Reading wRaiting, aRithmetic) tapi juga harus
menyangkut keteramilan-keterampilan baru
yang dibutuhkan dalam dunia kerja sekarang seperti leadership, digital
Literacy, Communication, Emotional Intelligency, Enterpreneurship, Global
Citizenship, Problem Solving, and team-working.
a. Leadership adalah
keterampilan untuk mempengaruhi diri sendiri (self leadership), memengaruhi team ( team Leadership) dan juga memengaruhi semua orang di dalam
organisasi (organization Leadership) agar berkomitmen dan bekerja
sama untuk mencapai visi dan misi yang dicanangkan organisasi tersebut.
b. Digital literacy
berkaitan dengan keterampila dalam tiga hal berikut, yakni : kemampuan untuk
menggunakan teknologi digital, alat komunikasi atau jaringan untuk menemukan,
mengevaluasi, menggunakan dan menciptakan informasi, kemampuan untuk memahami
dan menggunakn nformasi dalam berbagai format dari berbagai sumber ketika
disajikan melalui komputer, dan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas-tugas
secara efektif dalam lingkunan digital.
c. Communication berkitan
dengan keterampilan mengkomunikasikan informasi penting secara mudah dan
singkat agar dapat dipergunakan untuk pembuatan keputusan peningkatan kinerja
organisasi.
d. Emotional intelligence
(EQ) adalah keterampilan untuk
mengidentifikasi, menggunakan, memahami, dan mengelola emosi secara positif
untuk meredahkan stres, berkomuniksi secara efektif dengan orang lain,
berempati dengan orang lain, mengatasi tantangan dan meredahkan konflik.
e. Enterpreneurship adalah
kemampuan untung mengembangkan, mengatur dan mengella usaha-usaha kreatif
bersama engan risiko yang diperhitungkan (calculated
risks) dalam rngka untuk menciptakan manfaat-manfaat dari usaha-usaha
kreatif itu.
f. Global citizenship
adalah keterampilan seseorang yang mampu menempatkan identitas mereka agar
sesuai dengan komunitas global lebih adripada identitas mereka sebagai warga
negara tertentu atau asal suku bangsa tertentu.
g. Problem solving adaah
proses mental yang melibatkan, menemukan, menganalisis dan memecahkan masalah.
Tujuan utama dari pemecahan masalah adalah untuk mengatasi hambatan dan
mengenali solusi yang terbaik untuk memecahka masalah.
h. Teamwork adalah proses
bekerja bersama-sama dengan sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan
bersama. Teamwork ini merupakan bagian penting dari keberhasilan organisasi,
karena kita membutuhkan rekan-rekan kerja utuk bekerja sama dengan baik,mencoba
ide-ide terbaik mereka dalam situasi apapun agar mencapai sinergi dalam hasil.
Fenomena
banyaknya pengangguran yang semakin meningkat tiap harinya menjadi salah satu
masalah sosial yang membutuhkan penyelesaian. Sedikitnya lapangan pekerjaan
saat ini menjadi alasan utama pengangguran di negara ini, ditambah pabrik
industri yang banyak merumahkan karyawanya karena mengalami
kebangkrutan. Kondisi ini dapat dikurang jika kita berusaha menciptakan
lapangan pekerjaan. Untuk itu semua masyarakat khususnya kalangan mahasiswa
yang memiliki kreativitas dan bekal ilmu yang telah diperoleh di dunia
perkuliahan, sebaiknya memiliki mental berwirausaha dibanding menggantungkan
diri dengan berburu pekerjaan bersama jutaan pengangguran yang juga mencar
kerja.
Industri
kreatif saat ini menjadi pondasi perekonomian nasional dimana merupakan program
pemerintah yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk-produk
Indonesia di pasar Domestik maupun ekspor. Alasan mengapa Indonesia perlu
mengembangkan ekonomi kreatif antara lain karena Ekonomi kreatif berpotensi
besar dalam memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan; Menciptakan iklim
bisnis yang positif; Membangun citra dan identitas bangsa; Mengembangkan
ekonomi berbasis kepada sumber yang daya yang terbarukan; Membangun inovasi dan
kreativitas yang merupakn keunggulan kompetitif suatu bangsa; memberikan dampak
sosial yang positif.
Dengan
mengaplikasikan Industri kreatif yang terdiri dari 15 macam industri melalui
kewirausaan maka menjadi solusi dalam menghadapi MEA, 15 industri kreati
tersebut adalah Periklanan, Arsitektur, seni, kerainan, desain, desain fesyen,
film, musik, seni oertunjukan, penerbitan, riset dan pengembangan, piranti
lunak, mainan dan permainan, TV dan radio, Permaian, dan video. Untuk melakukan
wirausaha kedalam industri kreatif ini benar-benar membutuhkan tenaga-tenaga
yang ahli dalam bidang teknologi, untuk itu teknologi adalah faktor penentu
twerwujudnya program ini dan sebagi penentu kemajuan perekonomian Indonesia.
Olehnya itu Ilmu Pengetahuan dan teknologi harus dikuasai sepenuhnya bgai
seluruh mahasiswa untuk bisa bersaing dalam Era Mea Ini. Mengapa demikian ? karena yang menjadi
modal atau fondasi bagi bangsa indonesia dalam memasuki Era MEA adalah Industri
Kreatif sehingga seluruh masyarakat wajib mengusai khususnya mahasiswa.
Sekretaris
jendral dan ekonomi kreatif, Ukus Kuswara pada Tabloid diplomasi November 2014
menyatakan bahwa ekonmi kreatif merupakan sektor strategis dalam pembangunan
nasaional yaitu : berkontribusi sebesar 7% terhadap PBD dari total tenaga kerja
nasional, menciptakan 5,4 juta usaha atau sekitar 9,68% dari total jumlah usaha
nasional, serta berkontribusi terhadap devisa negara sebesar 119 Triliun atau
sebesar 5,72 dari total ekspor nasional.
Melalui peran mahasiswa dalam mengadapi MEA yang kemudian
dihubungkan dengan program pemerintah saat ini yaitu pengembangan Industri
kreatif dalam berwirausaha sehingga akan fokus pada satu tujuan dan
tercipta sinergitas yang terarah. Dengan demikian untuk mewujudkan indonesia
yang maju dalam bidang perekonomian dan menghadapi tantangan MEA maka mahasiswa
dalam melaksanakan peranya perlu adanya sinergitas sehingga segala aktivitas
dalam MEA berpondasikan atau bertolak ukur pada Ekonomi kreatif/industri
kreatif dengan menciptakan Enterprener handal.
Kemampuan mahasiswa untuk mewujudkan kreativitas yang diramu
dalam sense atau nilai seni, teknologi, pengetahuan dan budaya menjadi modal
dasar untuk menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi Asean.
Alasan mengapa indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif
anatar lain karena Industri kreatif berpengaruh besar dalam memberikan
kontribusi ekonomi sehingga mahasiswa dalam menjalakan sebagai perannya melalui
Ekonomi kreatif dalam bersaing dengan negara-negara di Asean lainnya sangat
perlu meningkatkan kualitas diri dari dan sekitarnya dalam hal ilmu pengetahuan
dan teknologi misalnya melalui
pelatihan-pelatihan, kursus bahasa maupun teknologi, seminar-seminar,
berorgnisasi, dan lain sebagainya yang mana mampu mewujudkan masyarakat yang
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi terutama mengusai secara keseluruhan
terkait dengan basis yang dimiliki.
Generasi Muda dalam hal ini mahasiswa salah satu tonggak
keberhasilan untuk mewujudkan tujuan negara, karena kaum mudalah pemegang
keberlanjutan negara.
4.1. Kesimpulan
Masyarakat
ekonomi ASEAN ( MEA) yang akan di Implementsikan 1 januari 2016 ternyata
memiliki sejarah yang sukup panjang. Diawali pada bulan Desember 1997 saat KTT ASEAN di Kuala Lumpur, para pemimpin
ASEAN memutuskan untuk mentransformasikan
ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi
dengan tingkat pembangunan Ekonomi dan kemiskinan yang semakin berkurang.
Mahasiswa sebagai Agen of Change, social control dan Iron Stock memiliki peran
penting dalam mewujudkan Masyarkat Adil dan Makmur melalui program Masyarakat
Ekonomi ASEAN dengan mensinergikan antara program tersebut dengan Industri
Kreatif yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia Sebagai Pondasi
perkembangan Ekonomi Indonesia.
4.2. Saran
Saran kami sebagai penulis untuk
mewujudkan masyarakat adil dan makmur melalui Program Mayarakat Ekonomi ASEAN
tentunya membutuhkan generasi berkuliatas dengan dukungan dari pergurun tinggi
yang telah menerapkan beberapa kurikulum guna memenuhi standar pendidikan
internasional sehinnga mampu bersaing dalam kancah Internasional.
DAFTAR PUSTAKA
Basrowi.2011.Kewirausahaan untuk
Perguruan Tinggi.Ghalia Indonesia.Bogor.
Joewano, Handito hadi.2008. The
Strategies to Enchane Indonesia’s Agro-Based Industry Competitiveness.Fakultas
ekonomi dan Bisnis:Universitas Gadjah Mada.
Kuncoro, Mudrajad. 2007. EKONOMIKA
INDUSTRI INDONESIA (Menuju Negara Industri Baru 2030?). CV Andi
Offset:Yogyakarta.
Sambodo,dkk.2008.Meningkatkan Daya
Saing Perekonomian Nasional: pelajaran dari Industri terpilih.Fakultas ekonomi
dan Bisnis:Universitas Gadjah Mada.
Simatupang,Togar
M. Perkembangan Industri Kreatif.Sekolah
Bisnis dan Manajemen :Institut Teknologi Bandung
Tjiptoherijanjanto,
Prijono.1997.Prospek Perekonomian Indonesia dalam Rangka Globalisasi.Penerbit
Rineka Cipta:Jakarta.
Forlap.dikti.go.id
No comments:
Post a Comment