TIPS KITA
Wednesday, June 28, 2017
Friday, March 25, 2016
contoh sindikat NDP
SENIOR
COURSE
S I N D I K A T
NILAI-NILAI DASAR PERJUANGAN HMI
![]() |
DI SUSUN OLEH :
MUHAMMAD DIAS SAKTIAWAN
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
2012
Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan rahmat dan karunia.Nya sehingga penulis mampu menelurkan
sebuah metodologi pembelajaran tentang materi NDP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pada dasarnya, rancangan konsep
pembelajaran ini dibuat untuk menjadi panduan dalam menyampaikan isi materi NPD HMI secara komprehensif.
Selama pembuatan metodologi penyampaian materi NDP HMI ini, penulis mencoba membuat cara yang lebih mudah di pahami dalam
memahami NDP HMI sehingga
dapat menciptatakan kesadaran akan pentingnya memahami NDP sebagai landasan
berfikir dan beraktifitas oleh para peserta LATIHAN KADER I. Dan rancangan ini juga mengaju dari
berbagai referensi yang dapat di
gunakan sebagai acuan yang dalam memahami NDP. Oleh karena itu, penulis berharap rancangan metodologi
penyampaian materi NDP ini,
menjadi khasanah yang relevan untuk menigkatkan kualitas kader HMI.
Penulis
Muhammad
Dias Saktiawan
TESTIMONY PERKADERAN
Perkaderan dalam bahasa HMI , membutuhkan perjuangan yang tiada henti untuk
menciptakan perkaderan yang tetap
menjadi tulang punggung Organisasi. Keberlangsungan organisasi tergantung kualitas dari setiap kader, sehingga
pola pengkaderanlah yang selalu menjadi tugas rumah setiap kader dalam usaha
menciptakan pola pengkaderan yang terus dapat meningkatkan kualitas kader dari
waktu ke waktu.
SINDIKAT
MATERI NDP HMI
ABSTRAKSI
Setiap organisasi mempunyai
ciri khas tersendiri dalam setiap pola pengkaderannya. Begitu pula dengan
organisasi HMI yang mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak hanya dari pola
pengkaderannya, melainkan dalam pola berfikir setiap kader pun mempunyai ciri
khas tersendiri di banding organisasi-organisasi lain terkhusus organisasi yang
mempunyai status yang sama dengan HMI yaitu organisasi mahasiswa eksternal
kampus.
Berdasarkan pertimbangan itu,
penulis menganggap pembahasan untuk dapat mengetahui NDP secara komprehensif
menjadi sesuatu yang urgen dalam pola pengkaderan HMI. Untuk itu adanya ivent
yang dapat memacu kader dalam berinovasi untuk dapat meningkatkan kualitas diri
serta upaya membentuk dan mempersiapkan kader-kader selanjutnya sangatlah
penting untuk menjadi tujuan kita bersama.
Key word : Mahasiswa Islam, Perjuangan
Nilai-Nilai Dasar Perjuangan HMI
Pengertian NDP
NDP merupakan nilai-nilai yang
paling dasar yang harus di pahami oleh setiap kader HMI sebagai pedoman dalam
pergerakkan maupun perjuangannya. Kultur yang paling menonjol dalam pemahaman
ini terkhusus pada teori tentang bagaimana kita bisa sampai pada teori tentang
kebenaran hakikat tuhan.
Cara pemahaman yang relatif
mudah yaitu dengan menggunakan metode empiris. Keyakinan setiap orang dalam
memahami agama tentu ada tingkatan yang berbeda-beda. Sehingga dengan
menggunakan metode ini kita di ajak untuk tahu terlebih dahulu tentang hakikat
kita sebagai mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang berfikir tentunya
dengan mengunakan metode ilmiah.
Manfaat mempelajari NDP
NDP, sebagai identitas kader
HMI sehingga mampu untuk memberikan kontribusi lebih bagi setiap kader dalam
mengimplementasikan setiap tindak tanduk pemikirannya khususnya dalam meningkatkan
kualitas dirinya.
A)
DASAR-DASAR KEPERCAYAAN
Awal
- Definisi
Sedikit tentang
kebenaran :
Kebenaran adalah
kesesuaian antara ide dan realitas. Kesesuain adalah adanya relasi antara dalam diri (ide) dan diluar diri
diluar diri (realitas) secara Identik. Ini sederhana, contoh dalam ide api
panas dan diluar pemahaman api juga panas, tapi panasnya api tidak membakar
ide.
- Teori Kemunculan Agama
1. Teori Alienasi (Ludwig
Fuerbach)
2. Teori Kebodohan (Spencer,
Taylor dan Comte)
3. Teori ketakutan dan
kelemahan (Russle dan Nietsczse)
4. Teori Marxisme (Karl Marx)
- Kontradiksi dalam Kitab
Logika kita
menyatakan bahwa sesuatu yang Kontradiksi mustahil kita ikuti kesemuanya.
Misal, seseorang yang menyuruh kita ke timur dan yang satu ke barat, maka
mustahil kita melaksanakan secara bersamaan. Ternyata dalam Kitab Alquran
terdapat Kontradiksi dalam 33:21 dinyatakan kemuliaan nabi sedangkan di 80:01
dinyatakan tentang kesalahan Nabi.juga dalam 8:17 tentang determinisme dan
43:11 tentang Free Will.
Dalam 33:33
Dikatakan Keluarga Nabi disucikan, sedangkan dalam Surah At-Tahrim, dua Istri
Nabi dikecam dengan keras. Begitupun dengan ayat-ayat yang lain serta
hadits-hadits.
- Tentang Sains
Asal mula alam
ini, jika kita merujuk pada pada teori Big Bang yaitu berasal dari bola energi
raksasa dimana waktu (t) pada saat itu sama dengan Nol (0) atau belum ada
waktu. Ledakan raksasa itu kemudian pecah dan menybebakan terbentuknya galaksi.
Galaksi inilah tempat dimana berkumpulnya tata surya.disisi lain, beberapa
bintang seperti matahari terus berotasi dengan kecepatan tertentu sehingga
beberapa bagiannya terlepas dan mendingin dan menjadi planet-planet.
Inti
a. Sanggahan terhadap teori kemunculan
agama
Fuerbach
melanjutkan analisisnya bahwa pertama tama tuhan dalam manusia primitif itu
berbentuk abstrak. Dalam agama Yahudi, tuhan mulai di dekatkan dengan sifat
kemanusiaan. Pada tuhan agama Kristen “bahkan” menampakkan dirinya sebagai
manusia material. Dari sini Fuerbach berpendapat bahwa manusia semakin dekat
dengan “kemanusiaanya” dengan semakin berkurangya keterasingan tersebut.
Artinya, semakin memanusianya tuhan (sepanjang sejarah ketuhanan) adalah
parameter semakain memanusianya manusia. Padahal, dalam analisisnya Fuerbach
melupakan Islam. Jika teori Fuerbach benar, setelah membahas kepercayaan
primitif lalau Yahudi dan Kristen pasti Tuhan dalam Islam lebih memanusia
dibanding lainnya. Fuerbach juga belum membahas tentang ratusan agama yang ada
di dunia.
Pengakuan
Fuerbach tentang adanya eksistensinya luhur yang inheren dalam diri manusia,
dalam agama disebut fitrah justru menjustifikasi kebenaran agama.
b. Teori Kebodohan
Dari pandagan
Comte, fase-fase sejarah yang dilalui manusia seiring dengan berkembangnya
pengetahuannya. Maka, sedikit demi sedikit penyebab fenomena alam semakin
jelas. Maka, jumlah tuhan semakin sedikit, atau mengalami penyederhanaan.
Kemudian dilanjutkan, suatu sat tuhan akan hilang dari manusia jika manusia
telah menguasai alam.
c. Teori kelemahan dan ketakutan
Dari perspektif
ini, agam adalah produk kelemahan, ketertindasan dan ketakutan. Argumen mereka
dengan menunjukan pemabawa ajaran dari kelas bawah dan ajaran yang isinya
ketakutan.
Tetapi bagaimana
Nabi Sulaiman dan Nabi Daud yang dalam barat dikenal dengan King Solomon dan
David. Mereka justru memiliki kekuatan yang sangat besar. Memang sekilas jika
kita melihat ajaran kristen sebagai representasi agama bagi kaum materialis,
terkesan mengajarkan kelemahan. Namun bukankah di beberapa agama lain selain
diajarkan dimensi kelembutan juga diajarkan dimensi keperkasaan.
d. Teori Marxisme
Jika teori ini
benar,tentu tidak ada nabi atau penganjur agama yang berlatar kelas bawah.
Memang pada suatu sisi, agama melalui kaum agamawan telah meligitimasi
penindasan, tetapi agama tidak meligitimasi untuk mengajarkan seperti itu.
Artinya, kita tidak dapat melekatkan kesalahan pengikut pada ajaran yang
diikuti. Tetapi kita perlu membuktikan secara ilmiah konsepsi yang dikandung
oleh ajaran tersebut.
Marx
berpendapat, kaum agamawan tidak dapat melakukan revolusi. Sekiranya Mr. Marx
masih hidup pada tahun 1979, maka ia pasti mnerevisi teorinya karena justru
kaum ulama yang menjadi penggerakrevolusi menentang tirani.
e. Sanggahan terhadap sains modern
Teori Big Bang
memiliki banyak kelemahan. Pertama, dari mana datangnya bola energi raksasa.
Bukankah energi adalah massa yang percepat, sedang percepatan berkaitan dengan
waktu dan dimensi, mengpa justru dikatkan pada saat itu maktu (t) = 0 ? kedua,
apakah ia mempercepat diri atau dipercepat oleh yang lain Teori ini berngakat
dari konsep kebetulan. Terjadinya alam semesta secara kebetulan adalah sbuah
kemustahilan. Mengapa, karena dalam akal kita menyatakan setiap sebab pasti
mengakibatkan akibat.
f. Sanggahamn tentang Kontradiksi Kitab
Memang dalam
berbagai kitab ditemukan banyak kontradiksi. Untuk pembahasan ini kita hanya
membahas tentang Islam dengan Alquran dan Hadits.
Ayat-ayat
Alquran tidak ada yang kontradiksi, namun pemahaman yang kontradiksi. Tentyang
surajh 33 :21 tidak bertentangan dengan 80:1. Alasannya adalah dalam 80:1
dikatakan “Dia (Muhammad) bermuka masam.” Surat yang diturunkan untuk Muhammad
biasanya dimulai dengan “Qul” ataua katakanlah. Atau bisa juga Yaa Nabiy serta
Ya Rasul. Sedangkan kata Abasa ditunjuk pada orang ketiga tunggal. Artinya ayat
tersebuat tidak mengacu pada Muhammad. Jika betul Muhammad bermuka masam pada
orang miskin, pada hal itu bertentangan dengan sikapnya dan tentu hal ini
menggugurkan kenabiannya.
Penutup
Sedikit tentang
keberadaan tuhan dan sifatnya
1. Argumen keteraturan
2. Argumen Matematis
3. Argumen ada
B)
ESENSI AJARAN ISLAM
Awal
- Definisi
Esensi dapat
diartikan sebagai batasan yang memnedakan sesuatu dengan yang lain. Esensi juga
dapat dipahami sebagai suatu inti sari sesuatu. Ajaran adalah kumpulan
pengetahuan yang serupa kemudian tersusun secara tersistematis. Ajaran juga
adalah sesuatu dari objek penyampaian. Islam berasal dari kata salam atau keselamatan,
juga bermakna kedamaian, tunduk dan taat. Islam adalah Dien yang didalamnya
terdapat sistem berpikir (koognitif), tata nilai (afektif) dan syariat
(Psikomotorik).
Inti
- Pembedahan keyakinan
Keyakinan
terbagi dua. Pertama keyakinnan dibawah keraguan, yaitu keyakinan tanpa
melewati proses keraguan dan tentunya pemikiran. Kedua adalah keyakinan diatas
keraguan yaitu keyakinan yang melewati proses keraguan.
Adapun keyakinan
itu sendiri bertingkat-tingkat sesuai dengan kapasitas orang yang yakin tersebut.
Pertama adalah Ilmal Yaqin, yaitu yakin berdasarkan keilmuan. Keyakinan seperti
ini adalah keyakinan tahap awal. Kedua dalah Haqqul Yaqin yaitu yakin dengan
sebenar-benarntya. Analoginya adalah orangn yang meykini adanya apai sedang ia
sendiri berada dalam api. Begitu dekatnya dengan api, sehingga sulit dibedakan
yang mana api dan yang bukan. Orang yang mempunyai pada tingkatan ini adalah
ini adlah orang yang segala ucapan dan tindakannya adalah ucapan dan tindakan
Allah SWT.
- Perbandingan Teologi
Tuhan itu
tunggal, tuhan iu tidak tersusun dan tidak terbatas. Tidak bersebab tapi
merupakan sebab dari semua sebab (prima causa). Tidak berakhir, tapi akhir dari
segala yang akhir (causa finalis), sederhana. Maha meliputi, maha kaya, dst.
Disisini kita
akan mengadakan perbandingan konsep ketuhanan yang paling rasional dari sampel
monotheis versi kristen (trinitas).
Hindu
(trimurti), dan assyaryah. Ketiga konsep teologi tersebut mengakui bahwa tuhan
itu Esa, namun kemudian penafsiran tentang ketunggalan tersebut akan kita
persoalkan sebagai berikut:
Dari ke tiga
konsep telogi terdapat kesamaan yaitu sama-sama mengaku monotheis. Tapi pada
saat yang sama justru memahami ketersusunan dan keterbatasan Tuhan. Logikanya
adalah jika tuhan tersusun, berarti ada yang menyusunnya. Jika terbatas,
berarti ada yang batasi. Ini berarti Tuhan akibat dari ciptaan. Lebih lanjut
bererti makhluk dan dengan sendirinya menyangkali ketuhanan tuhan itu sendiri.
- Prinsip Ketuhanan
Secara logis
kita sudah membuktikan bahwa Allah adalah penyebab yang tidak tersebabkan dan
segala sesuatu berasal dari dia. Selain itu bahwa rantai kausalitas akan
berkhir pada satu titik, yakni tujuan dari segala sesuatu. Dalam logika hal ini
di kenal dengan istilah causa finalis.
Penyebab yang
tidak tersebabkan dab tujuan akhir dalam Islam dikenal dengan Istilah
“innalillahi wa inna ilaihi raji’un”. Dari titik ini kita bisa menarik konklusi
bahwa alam materi ini akan pasti berakhir.
- Macam-macam Tauhid
a) Tauhid Zati
b) Tauhid Rububiyah
c) Tauhid Ibadi
Penutup
Sesungguhnya
Implementasi dari syahadat adalah menjadikan kita lebih dekat kepada Allah SWT.
Ketundukan, kepasrahan serta penyerahan diri secara totalitas adalah kuncinya.
Tapi ini berangkat pada pemikiran dan renungan yang memunculkan keyakinan
hakiki.
- Prinsip Ketuhanan
- Prinsip Kenabian
- Prinsip Kebangkitan
Ketiga poin
diatas adalah dikenal dengan ushluhuddin, dimana semua umat Islam sepakat
dengan prinsip ketuhanan, kenabian dan kebangkitan.
C)
MANUSIA DAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN
Awal
Satu hal yang
mesti dilakukan sebelum kita membicarakan hal-hal lain dari manusia adalah
sebuah pertanyaan filosofis yang senantiasa hadir pada setiap manusia itu
sendiri, yakni apa sesungguhnya manusia itu? Dari segi aspek apakah manusia itu
mulia atau terhina? Dan apa tolak ukurnya?
Inti
Tentu manusia
bukanlah makhluk unik dan sulit untuk dipahami bila yang ingin dibicarakan
berkenaan dengan aspek basyariah (fisiologis) nya. Karena cukup dengan
menpelajari anatomi tubuhnya kita dapat mengetahui bentuk atau struktur
terdalamnya. Tetapi manusia selain merupakan makhluk basyariah (dimensi
fisiologis) dan Annaas (dimensi sosiologis) ia juga memiliki aspek insan
(dimensi psikologis) sebuah dimensi lain dari diri manusia yang paling sublim
serta memiliki kecenderungan yang paling kompleks. Dimensi yang disebut
terakhir ini bersifat spritual dan intelektual dan tidak bersifat material
sebagaimana merupakan kecenderungan aspek basyarnya.
Dari aspek
inilah nilai dan derajat manusia ditentukan dengan kata lain manusia dinilai
dan dipandang mulia atau hina tidak berdasarkan aspek basyar (fisiologis).
Sebagai contoh cacat fisik tidaklah dapat dijadikan tolak ukur apakah manusia
itu hina dan tidak mulia tetapi dari aspek insanlah seperti pengetahuan, moral
dan mentallah manusia dinilai dan dipahami sebagai makhluk mulia atau hina.
Dalam beberapa
kebudayaan dan agama manusia dipandang sebagai makhluk mulia dengan tolak
ukurnya bahwa manusia merupakan pusat tata surya. Pandangan ini didasarkan pada
pandangan Plotimius bahwa bumi merupakan pusat seluruh tata surya. Seluruh
benda-benda langit ‘berhikmat’ bergerak mengitari bumi. Mengapa demikian?
Karena di situ makhluk mulia bernama manusia bercokol. Jadi pandangan ini
menjadikan kitaran benda-benda langit mengelilingi bumi sebagai tolak ukur
kemulian manusia. Namun seiring dengan kemajuan sains pandangan ini kemudian
ditinggalkan dengan tidak menyisakan nilai mulia pada manusia. Para ahli
astronomi justru membuktikan hal sebaliknya bahwa bumi bukanlah pusat tata
surya tetapi matahari.
Manusia tidak
lagi dipandang sebagai makhluk mulia bahkan dianggap tak ada bedanya dengan
binatang adapun geraknya tak ada bedanya dengan mesin yang bergerak secara
mekanistis. Bahkan lebih dari itu dianggap tak ada bedanya dengan materi, ada
pun jiwa bagaikan energi yang di keluarkan oleh batu bara. Karena itu wajar
bila manusia dan nilai-nilai kemanusiaan tak lagi dihargai. Maka datanglah kaum
humanisme berupaya mengangkat harkat manusia, dengan memandang bahwa kekuatan,
kekuasaan, kekayaan, pengetahuan ilmiah dan kebebasan merupakan hal esensial
yang membedakan manusia dengan selainnya.
Tetapi bila itu
tolak ukurnya, lantas haruskah orang seperti Fira’un atau Jengis Khan yang
dapat melakukan apa saja terhadap bangsa-bangsa yang dijajahnya dipandang
mulia? Jika berilmu pengetahuan merupakan tolak ukurnya. Lantas, apakah dengan
demikian orang-orang seperti Einstein yang paling berilmu tinggi abad 20 atau
para sarjana-sarjana itu lebih mulia dari seorang Paulus Yohanes paus II, ibu
Tereisa atau Mahadma Ghandi bagi ummatnya masing-masing? Sungguh semua itu
termasuk ilmu pengetahuan – sepanjang peradaban kemanusiaan manusia – tidak
mampu mengubah dan memperbaiki watak jahat manusia untuk kemudian mengangkatnya
menjadi mulia. Lantas, apa sesunguhnya tolak ukur kemanusian itu? Sungguh dari
seluruh bentuk-bentuk konsepsi tentang manusia yang ada di muka bumi tak satu
pun yang dapat menandingi paradigma (tolak ukur)nya serta tidak ada yang lebih
representatif dalam memupuk psikologisnya kearah yang lebih mulia dari apa yang
ditawarkan Islam. Dalam konsepsi Islam Tuhan (Allah) dipandang sebagai sumber
segala kesempurnaan dan kemulian. Tempat bergantung (tolak ukur) segala
sesuatu. Karena itu pula sebagaimana diketahui dalam konsepsi Islam, manusia
ideal (insan kamil) dipandang merupakan manifestasi Tuhan termulia di muka bumi
dan karenanya ditugaskan sebagai wakil Tuhan yang dikenal sebagai khalifah/nabi
atau rosul (QS.2:30). Karena itu, ciri-ciri kemulian Tuhan tergambar/ termanifestasikan
pada dirinya (QS.33:21) sebagai contoh real yang terbaik (uswatun hasanah) dari
“gambaran/cerminan” Tuhan di muka bumi (QS.68:4). Dengan kata lain bahwa karena
Nabi merupakan representasi (contoh) Tuhan di muka bumi bagi manusia dengan demikian
nabi/rosul/khalifah sekaligus merupakan representasi yakni insan kamil (manusia
sempurna) dari seluruh kualitas kemanusiaan manusia. Tetapi walaupun manusia
dipandang sedemikian rupa dengan nabi sebagai contohnya, pada saat yang sama,
dalam konsepsi Islam manusia dapat saja jatuh wujud kemulian menjadi sama
bahkan lebih rendah dari binatang.
Dengan demikian
keidentikan kepadanya (khalifah/nabi/rasul) merupakan tolak ukur kemulian
kemanusiaan manusia dan sebaliknya berkontradiksi dengannya merupakan ukuran
kebejatan dan dianggap sebagai syaitan (QS.6:112).
Penutup
- Kesimpulan
Sesungguhnya
manusia dalah makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan Allah SWT.
Karena manusia di bekali oleh akal dan nafsu yang membedakan dengan makhluk
yang lain. Ini merupakan bekal yang diberikan oleh ALLAH dalam rangka manusia
sebagai pengelola alam semesta beserta isinya.
D) KEMERDEKAAN
INDIVIDU (IKHTIAR) DAN KEHARUSAN
UNIVERSAL (TAKDIR)
Awal
- Definisi
Kemerdekaan
berarti keleluasaan, kebebasan untuk memilih dan melakukan sesuatu. Individu
bermakna suatu entitas manusia yang tak terbagi atau secara personal.
Kemerdekaan Individu bermakna keleluasaan atau kebebasan sesorang. Kemerdekaan
Individu juga berarti ikhtiar manusia.
Keharusan
berarti keniscayaan, keharusan, tidak boleh tidak atau demikian adanya.
Universal bermakna menyeluruh. Keharusan Universal bermakna keniscayaan mutlak
yang berlaku menyeluruh. Atau juga diartikan sebagai Takdir.
Kemerdekaan
individu dan keharusan universal adalah pembahasan yang mencari titik temu
antara ikhtiar dan takdir manusia.
Oleh karena itu,
subtansi materi ini adalah keadilan tuhan. Materi ini membahas tentang beberapa
konsep argumentasi tentang keadilan Tuhan.
Inti
- Determinisme dan Freewill
Determinisme
brasal dari kata determinan yang berarti ditentukan. Determinisme kurang lebih
berarti satu pahaman yang menyatakan bahwa segala sesuatu telah ditentukan.
Segalanya dilakoni dengan keterpaksaan, bukan kemerdekaan atau kesadaran.
Factor yang menetukan tergantung dari sudut pandangnya.
Determinisme
yang memandang bahwa alam yang menjadi factor penentu diusung oleh Karl Marx
dengan konsep Materialisme Dialektika Historis. Bahwa kesejarahan manusia
diatur oleh hukum besi sejarah dimana
terjadi dialektika materi. Terjadi pertentangan (dilektika) yang mengakibatkan
loncatan kualitas menuju tahap masyarakat berikutnya.
Freewill berarti
kebebasan berkehendak. Pahaman ini berangkat dari asumsi bahwa manusia memiliki
kehendak dan kekuatan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri tanpa harus
diintervensi oleh pihak lain. Jika dihadapkan dengan alam, bahwasanya manusia
dapat mentapkan sejarahnya sendiri tanp harus terikat oleh hokum besi sejarah.
- Jabariah dan Mu’tazilah
Bagi kita umat
Islam, alam adalah ciptaan Tuhan. Sehingga Tuhanlah yang menjadi factor penentu
alam dan manusia. Cuma persoalannya adalah sejauh mana interfensi Tuhan.
Jika dalam
pandangan Islam, Tuhan sebagai factor yang menentukan, maka yang selaras dengan
Determinisme adalah Jabariah dan Asyariyah.
Jabariah
memahami bahwa manusia tinggal menjalankan scenario Tuhan. Manusia tidak
memiliki sedikitpun kebebasan apalagi dalam hal Jodoh, rezki dan ajal. Setiap
tindakan manusia sudah ditetapkan, termasuk hal yang baik dan hal yang buruk.
Dalam sejarah
perkembangan Ilmu Kalam, pemikiran kaum Jabariah kemudian ditentang oleh kaum
Mu’tazilah. Mereka menganggap bahwa tugas tuhan tidak sampai pada sekedar
mencipta belaka. Selanjutnya tergantung pada ikhtiar manusia. Keadilan Tuhan
dalam perspektif Mu’tazilah adalah Tuhan hanya dapat memasukkan orang saleh ke
surge dan orang kafir ke neraka.
- Kelemahan Mu’tazilah dan Jabariyah
Kaum Mu’tazilah
mengkritik kaum Jabariyah dengan mengatakan bahwa Tuhan perspektif Jabariah
adalah zalim, semena-mena. Untuk memberikan pendapatnya, Mu’tazilah mengutip
beberapa ayat yang mengindikasikan kebebasan manusia. Ayat yang sering
digunakan adalah “tidak berubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang
merubahnya”. Mu’tazilah mengatakan bahwa ayat ini muhkamat (jelas) adanya. Dn
ayat-ayat yang Nampak menyerang argument Mu’tazilah dianggap Mutasabih.
Sebaliknya kaum
Jabariah mengkritik Mu’tazilah dengan mengatakan bahwa Tuhan perspektif
Mu’tazilah adalah lemah, dan tidak maha kuasa. Untuk membenarkan pendapatnya,
Jabariah mengutip beberapa ayat mengindasikan kekuasaan Tuhan, salah satunya
adalah “bukan kamu yang membunuh, Aku yang membunuh” (8:17). Jabariah
mengatakan bahwa Muhkamat adanya, dan justru yang digunakan kaum Mu’tazilah ini
Mutasabih (samar-samar).
Untuk mengkaji
landasan berpikir kedua mazhab ini maka kita perlu memahami konsep
ketuhanannya. Dari mana sebelunya dibahas tentang Tauhid Zati, Sifati dan
a’fali. Dalam hal tauhid Zati kedua Mazhab sepakat Mu’tazilah kemudian terlalu
cenderung pada Tauhid Sifati, dimana pahaman tentang kemahaadilan Tuhan
kemudian justru mengurangi bahkan mungkin menghilangkan pahaman tentang
kekuasaan Tuhan untuk berkehndak.
Sebaliknya
Jabariah terlalu cenderung pada tauhid A’fali (tindakan), dimana kekuasaan
tuhan untuk bertindak malah mengurangi bahkan menghilangkan keadilan Tuhan.
Akibat dari
pahaman Jabariyah adalah stagnasi Individu dan Masyarakat karena sikap
pesimisme dalam berikhtiar. Sementara akibat pemahaman Mu’tazilah adalah
“terlepasnya” Tuhan dari kehidupan Manusia. Kedua pahaman ini masing-masing
memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk menengahi perdebatan
ini, kita harus mencari jalan tengah, dimana pemahaman kita tidak menjadikan
tuhan tidak adil atau maha kuasa.
- Prinsip dinamika Alam semesta
Persoalan
mendasar dalam penciptaan adalah apakah semuanya terjadi secara kebetulan
belaka tanpa ada yang mengatur atau ada yang mengatur secara mutlak, atau ada
yang mengatur sesuai dengan hokum-hukumnya.
Jika mengikuti
pendapat pertama bahwa tanpa ada yang mengatur berarti sama saja kita
mengatakan bahwa tidak ada pencipta, dan ini tentunya mustahil.
Jika mengikuti
pendapat kedua bahwa ada yang mengatur mutlak dimana diptaan dalam hal ini
manusia tidak memiliki kebebasan untuk berikhtiar dan memilih, berarti sama
saja kita katakana bahwa Tuhan tidak adil.
Dengan demikian
otomatis dalam penciptaan kita mempercayai vahwa alam semesta ini diatur
berdasarkan hukun-hukum yang ditetapkan sang pencipta. Manusia sebagai bagian
alam semesta juga pasti akan dikenai hokum-hukum dari sejak penciptaan,
tindakan sampai akhir perjalanan manusia.
- Takwni dan Tasrii
Untuk
mempermudah pembahasan, kita bagi dua wilayah hukum Tuhan. Pertama Takwini, dalam hal ini penciptaan. Dan
Tasrii, dalam hal ini aksiden-aksiden di alam material.
Perlu dibedakan
antara hukum penciptaan dengan hukum syar’i. dalam hal hukum penciptaan, tidak
ada hak manusia. Sebagai contoh, binatang diberi Insting dan manusia diberi
insting dan akal. Karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dimana manusia dibekali akal untuk mengelola alam semesta, amaka tuhan kemudian
menurunkan aturan abagi manusia dalam hal ini syariat. Jadi syariat berlaku
pada manusia, itupun yang memenuhi syarat agar terjaga keseimbangan sesuai denga
peran dan fungsi pencip taan manusia.
- Baik dan buruk
Penutup
Bahwasanya
keadilan Ilahi bermakna segala sesuatu diciptakan tidak sia-sia melainkan
memiliki peran dan fungsi masing-masing.. untuk itu, tuhan menciptakan
fasilitas pada makhluk sesuci tujuan penciptaannya. Fasilitas yang diberi pada
makhluk keudian akan dimintai pertanggung jawaban sebagai ketetapan sesuai
dengan fasilitas sebagai ukuran untuk ketetapan.
Sederhananya
adalah “Tuhan memaksa manusia untuk memilih, pilihan manusia tidak lepas dari
kehendaknya, dan kehendaknya memberikan pilihan pada manusia”.
E)
INDIVIDU DAN MASYARAKAT
Awal
- Definisi
Individu berasal
dari kata In yang berarti tidak dan devide yang berarti terbagi. Individu
sendiri berarti satu subjek otonom, dalam hal ini Manusia. Atau biasa dipahami
sebagai seorang person.
Masyarakat
berarti kumpulan Individu yang berinteraksi atas pola tertentu dan kepentingan
tertentu.
- Proses terbentuknya masyarakat
Pada mulanya
adalah seorang laki-laki dan perempuan yang membentuk keluarga. Seterusnya
perkembangan keluarga terbentuk suku. Dalam satu suku terdapat beberapa
keluarga. Kemudian suku ini berkembang menjadi bangsa. Pada satu bangsa
terdapat beberapa suku. Akhirnya masyarakat dunia yang ulti etnis dan ras
seperti dewasa ini.
Manusia harus
berusaha untuk mempertahankan hidupnya, sementara kemampuan terbatas. Oleh
karena itu, pembagian peran, tugas dan tanggung jawab menjadi konsekuensinya.
Semangat kolektifitas untuk saling menutupi keluarga masing-masing kemudian
mengarahkan pada penggunaan tenaga yang lain.
- Konsep kemasyarakatan
Dalam kaitan
terbentuknya masyarakat, ada beberapa asumsi terhadap sikap masyarakat seperti
dijabarkan oleh murthada muthahari dalam manusia dan alam semesta. Adapun
asumsi tersebut sebagai berikut :
a.
Komposisi masyarakat tidak riil.
b.
Masyarakat adalah senyawa sintetis
dan sejenis senyawa riil.
c.
Masyarakat adalah senyawa riil
yang merupakan perpaduan pikiran, emosi, hasrat,
kehendak dan juga budaya.
d.
Masyarakat adalah senyawa riil
yang sempurna
Inti
- Teori Negara
Bauik sosiologi
maupun ilmu politik memahami bahwa Negara adalah asosiasi dan system pengadilan
social. Sebelum membahas lebih jauh tentang Negara, berikut ini dipaparkan
tentang konsepsi Negara, yang tertuang dalam diskusi politik dan pembangunan
karya Ishomuddin.
a.
Menurut Roger H. Soltau An
Introductionto Politics bahwa Negara adalah alat (agency) atau wewenang
(authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas
nama masyarakat.
b.
Harold J. Laski dalam the state in
theory and practice menyatakan bahwa Negara merupakan suatu masyarakat yang di
integrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dn secara sah
lebih agung dari pada individu tau kelompok yang merupakan bagian masyrakat
itu.
c.
Max Webber dalam From Max Webber :
Essay in Sociology, memahami bahwa Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan
monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam satu wilayayh.
d.
Dari buku The Modern State karya
Robert M. Mc Iver menyatakan bahwa Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan
ketertiban didalam suatu masyarakat dalam satu wilayang dengan berdasarkan
system hokum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud
tersebut diberi kekuasaan memaksa.
- Prinsip dasar Negara
Adapun prinsip
dasar Negara oleh Alfred Stephen antara lain :
- Negara pada dasarnya mempunyai tujuan utama, yaitu moral.
- Tujuan moral itu merupakan Common Good yang diarahkan kepada politics community.
- Common good merupakan prinsip yang berlaku dalam mengontrol setiap kepentingan yang ada
- Negara memiliki sifat kuat dan interfensionos. Negara memiliki peran yang otonom dalam proses-proses politik.
- Walaupun Negara merupakan kekuatan yang paling utama dalam kekuatan politik, tetapi komponen dari Negara seperti Individu, keluarga, asosiasi-asosiasi pribadi, mempunyai funsi sendiri dalam organisasi.
- Model negara
Ada beberapa
model Negara antara lain :
a.
Minimal State, yaitu fungsi dan
intervensi Negara terhadap individu dan kelompok dalam masyarakat dibatasi
sehingga terpelihara kebebasan yang maksimal.
b.
Capital State, yaitu Negara
melayani dan memelihara modal/pemodal/kapitalis untuk berkembang
c.
Socialis State, yaitu merupaka
wadah kelas pekerja
d.
Organic State/Corporate State,
yaitu Negara mempunyai wadah semua golongan dalam masyarakat
e.
Ideal State, yaitu Negara
merupakan penumbuhan semua nilai-nilai luhur. Negara dipimpin oleh pemimpin
yang bijaksana, dalam pendapat Plato dikenal dengan gagasan filsuf raja.
f.
Integralistic State, yaitu Negara
dan masyarakat yang menyatu. Pemimpin dan rakyat menyatu
g.
Beauereaucratic State, yaitu
Negara adalah perwujudan sebuah birokrasi. Disebut juga Negara pegawai
h.
Beauereaucratic Capitalists State,
yaitu Negara adalah perwujudan sebuah birokrasi yang melayani kepentingan kaum
pemodal.
- Pandangan barat terhadap Individu dan
masyarakat
Fritjof Chapra
seorang posmodernis, membagi tahapan masyarakat berdasar paradigm yang
berkembang. Paradigm sendiri adalah istilah yang diperkenalkan oleh Thomas Kuhn
yang maknanya mengacu pada cara pandang terhadap sesuatu. Pemahaman terhadap
sesuatu sangat tergantung dari cara pandang tersebut. Selanjutnya, Chapra
merumuskan paradigm monistic sebagai awal dan paradifma posmodernisme sebagai
paradigma mutakhir.
- Pandangan Islam tentang Individu, prinsip
interaksi social dan masyarakat madani
a. Individu
Islam memandang
manusia sebagai mahluk mono-dualistis, satu tapi dua. Manusia memiliki unsure
material-jasadiah dan unsur non material-rohaniah.
Seorang ulama
menterjemahkan ayat penciptaan manusia dari air sebagai H2O. sedang ayat yang
membahas manusia dari lempung dan tanah terbakar masing –masing sebagai N
(nitrogen) dan C (carbon).CHON inilah yang membentuk asam amino, asam amino
pembentuk protein, protein pembentuk sel.
Pertemuan sel
sperma dan sel ovum menyebabkan terjadinnya zigot, zigot berkembang menjadi
bakal janin dalam benuki segumpal darah dan seterusnya merkembang menjadi
manusia.
Dalam
al-Quran kemudian di katakana bahwa saat
sajin berusia tiga bulan, Allah SWT meniupkan ruh-nya. Jelas bahwa manusia
adalah mahluk mono dualistik. Hal ini kemudian menyebabkan manusia berada di
antara lempung roh illahi, di mana jika manusia mampu menaklukan pengaruh
lempungnya maka ia akan lebih mulia dari pada malaikat. Sebaliknya jika manusia
di kalahkan pengaruh lempunganya maka ia lebih hina daripada binatang.
Atas dasar itu
maka manusia memiliki dimensi ganda, pertma sebagai hamaba dan yang kedua
sebagai wakil tuhan atau khalifah fil ardhi. Manusia diberi kekuatan dan
tanggung jawab untuk mengelola bumi sekaligus wujud kehambaannya.
b. Prinsip Interaksi Sosial
Islam memandang
bahwa masyarakat seperti individu. Masyarakat memiliki berbagai arogan, yang
jika salah satu sakit maka semuanya akan sakit. Meski arogan yang satu tidak
mesti menjadi arogan yang lain. Seperti individu, Al-Qur’an mengisyaratkan
bahwa masyarakat pun memiliki ajal. Adapun umur (berdasarkan gerak matahari
bukan spiritual) individu tergantung dari “kesehatan” dari individu-individu anggotanya.
Islam membedakan amal individual dan amal jariyah. Otomatis dosa pun terdiri
dari dosa individual dan dosa kolektif.
Dalam interaksi
social, islam mengajarkan tentang keadilan. Keadilan dibangun dengan prinsip
kesetaraan sesame manusia (egaliter), dan prinsip keikhlasan dalam muamalah
melalui akad. Prinsip lain sebagai pelengkap adalah perwalian dan persaksian
atas interaksi mualmalah tersebut sehingga dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.
Sebuah system
social yang berkeadlan adalah system social yang menganut prinsip-prinsip
tersebut diatas dan dalam pelaksaanaanya terdapat orang yang adil.
c. Masyarakat Madani
Madani
diterjemahkan secara umum menjadi dua. Pertama madani adalah nama lain dari
kota madinah. Masyrakat madani adalah penggambaran dari masrakat kota Madinah
pada jaman kerasulan. Pandangan kedua, madani berasal dari kata dien, yang
kurang lebih masyarakat yang berdien. Medinah adalah Negara Kota (Polis) yang
multi etnis.
Untuk membangun
system yang diperuntukan untuk mengabdikan pada Allah SWT, maka membentuk
tatanan social yan Islami adalah suatu kemestian. Sementara masyrakat Medinah
adalah masyarakat yang majemuk yang tentu kepentingan berbeda-beda. Rasul
bertindak sebagai pemimpin yang adil yang mewadahi, menengahi, memutuskan
persoalan umat yang muncul.
Syarat
terbentuknya masyarakat madani adlah pemimpin yang adil, kontrak social yang
melibatkan segenap lapis masyarakat, sitem yang berkeadilan, untuk membngun
kembali masyarakat madani setidaknya kita mencoba memenuhi beberapa syarat
hingga syaratnya sempurna.
Penutup
- Kesimpulan
Manusi berperan
ganda, satu sisi sebagai wakil tuhan dimuka bumi untuk memakmurkan dan
mensejahterakan bumi. Disisi lain, manusia adalah hamba. Islam memandang bahwa
perlu diselaraskan antara gerak Individu dengan gerak masyarakat menuju sang
khalik, karena tiap individu diciptakan untuk beribadah.
Wallahu’alam
bisshawab.
F)
KEADILAN SOSIAL DAN KEADILAN EKONOMI
Awal
- Definisi
Ada beberapa
pendapat tentang adil antara lain : setara, seimbang, sama rata, sesuai
tempatnya, proporsional, tidak berat sebelah dan menempatkan sesuatu pada
tempatnya. Keadilan berarti bersifat adil atau penerapan gagasan tentang adil.
Sosial berasal
daribahasa Yunani : Socius, yang berarti masyarakat. Social berarti kumpulan
Individu yang bersenyawa dan terikat oleh geografis (ruang), waktu,
norma-norma, nilai, ras, ideology, dsb.
Ekonomi berasal
dari penggabunbgan dari dua kata dalam bahasa yunani yaitu oikos dan nomos yang
artinya pengaturan dan pengelolaan rumah tangga.
Inti
- Ideology Dunia
Ideology pertama
diperkenalkan oleh seorang dari Prancis yang bernama Dustec de Tracy pada abad
18. Ideology berasal dari ide dan logos yang berarti ilmu, yang membahas
tentang munculnya ide. Tetapi kemudian ideology
mengalami perubahan makna ditangan Francis Bacom. Menurutnya, ideology
berasal dari kata idos (idola) yang bermakna harapan, cita-cita.
Selanjutnya
ideology dapat di pahami sebagai cita-cita ideal yang hendak diwujudkan.
Ideology memiliki 3 unsur. Pertama pandangan dunia (Worrd of View). Kedua,
adalaha metodelogi dan Ketiga tujuan atau cita-cita ideal. Secara singkat
pandangan dunia dapat dimaknai dengan cara seseorang memandang tentang hakikat
dunia. Cara pandang ini sangat mempengaruhi tujuan atau cita-cita ideal,
berikut metode yang digunakan untuk mencapai cita-cita tersebut.
- Kapitalisme
Kapitalisme
secara bebas diterjemahkan sebagai paham yang mengedepankan akumulasi modal.
Karya Adam Smith “The Wealth Of Nation” pada tahun 1776, adalah buku yang
membahas tentang pengakumulasian modal, dan karya ini di anggap sebagai tonggak
dari kapitalisme.
- Sosialisme
Menurut
Whittaker sosialisme pada mulanya dimaksudkan untuk menunjukan sitem-sistem
pemilikan dan pemanfaatan sumber-sumber produksi (selain labor) secara
kolektif. Sosialisme kemudian tidak hanya dinamakan pada system ekonomi, tapi
juga falsafah, ideology dan gerakan. Secara umum sosialisme di bagi 3. Pertama,
sosialisme sebelum Marx dan Angels. Sosialisme ini sering juga disebut sebagai
sosialisme utopis. Karena menurut Marx sosialisme ini tidak memiliki landasan
dan metode untuk mencapai tujuannya. Kedua, sosialisme menurut Marx dan Angels
sering disebut sebagai sosialisme ilmiah, karena memiliki landasan teoritis dan
filosophis. Ketiga, sosialisme pasca Marx dan Angels banyak pemikir social yang
menganggap bahwa sosialisme warisan Marx perlu ditinjau kembali karena beberapa
argumennya tidak relevan berdasrkan perkembangan jaman.
- Teori-teori ekonomi dan social
a. Merkantilisme
Berasal dari
kata Merchant yang berarti pedagang. Sebagian Ekonom beranggapan bahwa
Merkantilisme beranggapan bahwa bukanlah sebuah aliran ekonomi, tapi sebuah
kebijakan ekonomi menyangkut system perdagangan yang dipraktekkan sekitar tahun
1500-1750.
b. Konolianisme dan Imperialisme
Perkembangan
eropa sejak pernag salib sangat pesat sangat pesaqt sehingga masuk pada jaman
renaissance dan jaman pencerahan. Kaum bangsawan dan raja menginginkan harta
(gold) dan kejayaan (glory) dilain pihak, gereja menginkan agar kristenisasi
disebarkan pada mereka yang tidak beradab (gospelt).
c. Teori Keterbelakangan
Terjadinya
keterbelakangan dan kemiskinan pada masyarakat dunia ketiga yang pernah
terjajah kemudian menggelitik para pemikir untuk menganalisa gejala tersebut.
d. Teori modernisasi vs teori structural
Beberapa teori
modernisasi teori kebutuhan Mcclelland,
teori 5 tahap pembangunan Rostow, teori tabungan dan investasi, teori manusia
modern. Alex Inceles dan masih banyak lagi. Sementara teori struktur di susun
oleh kaum sosialis mengemukakan adanya factor eksternal seperti penjajahan dan
pertukaran tidak seimbang (inequal exchange) dari Raul Fresbitch.
e. Evelopmentalisme
Premis utama
yang dibangun adalah developmentalisme adalah kebodohan dan penyebab
keterbelakangan dan kemiskinan. Olehnya untuk mengejar ketertinggalan maka
pengembangan Sumber daya manusia (SDM). Menjadi titik awalnya. Untuk itu, maka
investasi sector pendidikan menjadi persyaratan. Disebutkan bahwa ada lingkaran
setan yang terus menjebak Negara sehingga semaikn terpuruk. Secara teoritis,
memaknai developmentalisme ampuh memajukan Negara yang keterbelakangan tapi
secara praktek justru sebaliknya. Developmentalisme sebagai anak kandung
kapitalisme semakin menunjukan kelemahannya.
f. Teori Hegemoni
Adalah Antonio
Gramsci yang pertama yang mencetus teori ini. Berangkat dari perenungannya akan
bahaya reduksionisme dikalangan pemikir Marxis dan non Marxis. Gramsci
menjadikan hegemoni dan dominasi sebagai dua hal yang selaras, dimana diantara
keduanya tercipta penindasan. Sementara penindasan terjadi adanya penindasan
dan tertyindas. Dominasi adalah penindasan pada wilayah ekonomi, dimana sistim
, masyarakat dan sebagainya telah merancang adanya penindas dan tertindas.
Hegemoni adalah penindasan pada level pemikiran, dimana struktur kesadaran
masyarakat dipoles sedemikian rupa oleh pihak penguasa, sehingga penindasan
dijadikan hal yang lumrah, atau dengan kata lain hegemoni berarti merasuki
berpikir masyarakat sehingga tidak terjadi penindasan atau perlawanan terhadap
penindasan.
- Konteks Kekinian
a. Umat Islam secara umum.
Ummat islam
secara umum telah terpisahkan oleh batas-batas Negara,sehingga tidak begitu
sulit di jajah oleh pihak luar. Keterbelakangn,kemiskinan, dan kebodohan
menjadikan umat islam mengalami kemunduran.
Di sisi lain,
penguatan ekonomi umat islam belum menemukan titik keseimbangan. Beberapa
Negara isllam hidup dengan kekayaan melimpah, tapi di Negara lain banyak umat
islam kelaparan. Upaya kongkrit dalam menyelamatkan umat islam dari jurang
kemiskinan belum ada atau mengkin belum Nampak.
Ketertinggalan
pengetahuan juga melanda umat islam. Usaha untuk membangun intelektual muslim
masih terhambat oleh sikap jumud dan picik sebagian umat, juga sokongan dana
yang sangat minim.
Dari beberapa
hal di atas, umat islam yang dalam beberapa abad lalu umumnya terjajah,
sekarangpun mengalami hal sama, namun caranya saja yang berbeda. Secara social
ekonomi, budaya, militer, dan keagamaan umat islam di jadikan objek penderita.
Saying nya islam masih tterkurung dalam perdebatan bid’ah dan ritualitas.
b. Umat islam Indonesia
Umat islam
Indonesia berda dalam empat sisi penting. Pertama, islam yang beragan warna.
Kedua, persoalan kebangsaan yang multikompleks. Dan ketiga adalah intervensi
asing.
Pada zaman
kolonial, islam menjadi spirit perlawanan. Namun setelah kemerdekaan, kekuatan
umat islam perlahan di kurangi. Akibatnya adalah adalah proses resekularisasi.
Islam semakin tersudut di tembok mesjid. Sementara sistim social yang menindas
dan tak berpihak pada rakyat kecil yang umumnya umat islam. Dan tentunya ini
adalah PR yang lain bagi umat islam.
- Gagasan Keadilan Dalam Islam
a. Prinsip-prinsip keadilan
Sesungguhnya
Allah SWT menciptakan alam semesta beserta se isinya berdasarkan keadilanya.
Manusia sebagai wakilnya atau khalifa fil ardhi bertanggung jawab memelihara
keseimbangan tersebut. Dan salah satu ukuran keberhasilanya adalah sejauh mana
menerapkan keadilan.
Dalam islam,
perbedaan gender, ras, bangsa, bukanlah sesuatu yang berarti, namun ketakwaan
lah ukuranya. Egaliter merupakan prinsip keadilan yang dalam islam jauh sebelum
HAM di cetuskan. Islam melindungi hak-hak minoritas yang non muslim, dan pernah
di contohkan oleh rasul.
Penutup
- Kesimpulan
Negara adalah
bentuk masyarakat yang terpenting, dan pemerintah adalah susunan masyarakat
yang terkuat dan berpengaruh. Oleh sebab itu pemerintah yang pertama
berkewajiban menegakkan kadilan. Maksud semula dan fundamental daripada
didirikannya negara dan pemerintah ialah guna melindungi manusia yang menjadi
warga negara daripada kemungkinan perusakkan terhadap kemerdekaan dan harga
diri sebagai manusia sebaliknya setiap orang mengambil bagian
pertanggungjawaban dalam masalah-masalah atas dasar persamaan yang diperoleh
melalui demokrasi.
Pada dasarnya
masyarakat dengan masing-masing pribadi yang ada didalamnya haruslah memerintah
dan memimpin diri sendiri. Oleh karena itu pemerintah haruslah merupakan
kekuatan pimpinan yang lahir dari masyarakat sendiri. Pemerintah haruslah
demokratis, berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, menjalankan
kebijaksanaan atas persetujuan rakyat berdasarkan musyawarah dan dimana
keadilan dan martabat kemanusiaan tidak terganggu. Kekuatan yang sebenarnya
didalam negara ada ditangan rakyat, dan pemerintah harus bertanggung jawab pada
rakyat.
Menegakkan
keadilan mencakup penguasaan atas keinginan-keinginan dan
kepentingan-kepentingan pribadi yang tak mengenal batas (hawa nafsu) adalah
kewajiban dari negara sendiri dan kekuatan-kekuatan sosial untuk menjunjung
tinggi prinsip kegotongroyongan dan kecintaan sesama manusia. Menegakkan
keadilan amanat rakyat kepada pemerintah yang musti dilaksanakan. Disadari oleh
sikap hidup yang benar, ketaatan kapada pemerintah termasuk dalam lingkungan
ketaatan kepada Tuhan (kebenaran mutlak). Pemerintah yang benar dan harus
ditaati ialah mengabdi kepada kemanusiaan, kebenaran dan akhirnya kepada Tuhan
YME.
Perwujudan
menegakkan keadilan yang terpenting dan berpengaruh ialah menegakkan keadilan
di bidang ekonomi atau pembagian kekeyaan diantara anggota masyarakat. Keadilan
menuntut agar setiap orang dapat bagian yang wajar dari kekayaan atau rejeki.
Dalam masyarakat yang tidak mengenal batas-batas individual, sejarah merupakan
perjuangan dialektis yang berjalan tanpa kendali dari pertentangan-pertentangan
golongan yang didorong oleh ketidakserasian antara pertumbuhan kekuatan
produksi disatu pihak dan pengumpulan kekayaan oleh golongan-golongan kecil dengan
hak-hak istimewa dilain pihak. Karena kemerdekaan tak terbatas mendorong
timbulnya jurang-jurang pemisah antara kekayaan dan kemiskinan yang semakin
dalam. Proses selanjutnya yaitu bila sudah mencapai batas maksimal pertentangan
golongan itu akan menghancurkan sendi-sendi tatanan sosial dan membinasakan
kemanusiaan dan peradabannya.
Dalam masyarakat
yang tidak adil, kekeyaan dan kemiskinan akan terjadi dalam kualitas dan
proporsi yang tidak wajar sekalipun realitas selalu menunjukkan
perbedaan-perbedaan antara manusia dalam kemampuan fisik maupun mental namun
dalam kemiskinan dalam masyarakat dengan pemerintah yang tidak menegakkan
keadilan adalah keadilan yang merupakan perwujudan dari kezaliman. Orang-orang
kaya menjadi pelaku daripada kezaliman sedangkan orang-orang miskin dijadikan
sasaran atau korbannya. Oleh karena itu sebagai yang menjadi sasaran kezaliman,
orang-orang miskin berada dipihak yang benar. Pertentangan antara kaum miskin
menjadi pertentangan antara kaum yang menjalankan kezaliman dan yang dizalimi.
Dikarenakan kebenaran pasti menag terhadap kebhatilan, maka pertentangan itu
disudahi dengan kemenangan tak terhindar bagi kaum miskin, kemudian mereka
memegang tampuk pimpinan dalam masyarakat.
Kejahatan di
bidang ekonomi yang menyeluruh adalah penindasan oleh kapitalisme. Dengan
kapitalisme dengan mudah seseorang dapat memeras orang-orang yang berjuang
mempertahankan hidupnya karena kemiskinan, kemudian merampas hak-haknya secara
tidak sah, berkat kemampuannya untuk memaksakan persyaratan kerjanya dan hidup
kepada mereka. Oleh karena itu menegakkan keadilan mencakup pemberantasan
kapitalisme dan segenap usaha akumulasi kekayaan pada sekelompok kecil
masyarakat. Sesudah syirik kejahatan terbesar kepada kemanusiaan adalah
penumpukan harta kekayaan beserta penggunaanya yang tidak benar, menyimpang
dari kepentingan umum, tidak mengikuti jalan Tuhan. Maka menegakkan keadilan
inilah membimbing manusia ke arah pelaksanaan tata masyarakat yang akan
memberikan kepada setiap orang kesempatan yang sama untuk mengatur hidupnya
secara bebas dan terhormat (amar ma’ruf) dan pertentangan terus menerus
terhadap segala bentuk penindasan kepada manusia kepada kebenaran asasinya dan
rasa kemanusiaan (nahi munkar). Dengan perkataan lain harus diadakan restriksi-restriksi
atau cara-cara memperoleh, mengumpulkan dan menggunakan kekayaan itu. Cara yang
tidak bertentangan dengan kamanusiaan diperbolehkan (yang ma’ruf dihalalkan)
sedangkan cara yang bertentangan dengan kemanusiaan dilarang (yang munkar
diharamkan).
Pembagian
ekonomi secara tidak benar itu hanya ada dalam suatu masyarakat yang tidak
menjalankan prisip Ketuhanan YME, dalam hal ini pengakuan berketuhanan YME
tetapi tidak melaksanakannya sama nilainya dengan tidak berketuhanan sama
sekali. Sebab nilai-nilai yang tidak dapat dikatakan hidup sebelum menyatakan
diri dalam amal perbuatan yang nyata.
Dalam suatu
masyarakat yang tidak menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya tempat tunduk dan
menyerahkan diri, manusia dapat diperbudaknya antara lain oleh harta benda. Tidak
lagi seorang pekerja menguasai hasil pekerjaanya, tetapi justru dikuasai oleh
hasil pekerjaan itu. Produksi seorang buruh memperbesar kapital majikan dan
kapital itu selanjutnya lebih memperbudak buruh. Demikian pula terjadi pada
majikan bukan ia menguasai kapital tetapi kapital itulah yang menguasainya.
Kapital atau kekayaan telah menggenggam dan memberikan sifat-sifat tertentu
seperti keserakahan, ketamakan dan kebengisan.
Oleh karena itu
menegakkan keadilan bukan saja dengan amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana
diterapkan dimuka, tetapi juga melalui pendidikan yang intensif terhadap
pribadi-pribadi agar tetap mencintai kebenaran dan menyadari secara mendalam
akan andanya tuhan. Sembahyang merupakan pendidikan yang kontinue, sebagai
bentuk formil peringatan kepada tuhan. Sembahyang yang benar akan lebih efektif
dalam meluruskan dan membetulkan garis hidup manusia. Sebagaimana ia mencegah
kekejian dan kemungkaran. Jadi sembahyang merupakan penopang hidup yang benar.
Sembahyang menyelesaikan masalah – masalah kehidupan, termasuk pemenuhan
kebutuhan yang ada secara instrinsik pada rohani manusia yang mendalam, yaitu
kebutuhan sepiritual berupa pengabdian yang bersifat mutlak.
Pengabdian yang
tidak tersalurkan secara benar kepada tuhan YME tentu tersalurkan kearah
sesuatu yang lain. Dan membahayakan kemanusiaan.
Dalam hubungan
itu telah terdahulu keterangan tentang syirik yang merupakan kejahatan
fundamental terhadap kemanusiaan. Dalam masyarakat, yang adil mungkin masih
terdapat pembagian manusia menjadi golongan kaya dan miskin. Tetapi hal itu
terjadi dalam batas – batas kewajaran dan kemanusian dengan pertautan kekayaan
dan kemiskinan yang mendekat. Hal itu sejalan dengan dibenarkannya pemilikan
pribadi (Private ownership) atas harga kekayaan dan adanya perbedaan –
perbedaan tak terhindar dari pada kemampuan – kemampuan pribadi, fisik maupun
mental. Walaupun demikian usaha – usaha kearah perbaikan dalam pembagian rejeki
ke arah yang merata tetap harus dijalankan oleh masyarakat. Dalam hal ini zakat
adalah penyelesaian terakhir masalah perbedaan kaya dan miskin itu. Zakat
dipungut dari orang – orang kaya dalam jumlah presentase tertentu untuk
dibagikan kepada orang miskin.
Zakat dikenakan
hanya atas harta yang diperoleh secara benar, sah, dan halal saja. Sedang harta
kekayaan yang haram tidak dikenakan zakat tetapi harus dijadikan milik umum
guna manfaat bagi rakyat dengan jalan penyitaan oleh pemerintah. Oleh karena
itu, sebelum penarikan zakat dilakukan terlebih dahulu harus dibentuk suatu
masyarakat yang adil berdasarkan ketuhanan Tuhan Yang Maha Esa, dimana tidak
lagi didapati cara memperoleh kekayaan secara haram, diman penindasan atas
manusia oleh manusia dihapus.
Sebagaimana ada
ketetapan tentang bagaimana harta kekayaan itu diperoleh, juga ditetapkan bagaimana
mempergunakan harta kekayaan itu. Pemilikan pribadi dibenarkan hanya jika hanya
digunakan hak itu tidak bertentangan, pemilikan pribadi menjadi batal dan
pemerintah berhak mengajukan konfikasi.
Seorang
dibenarkan mempergunakan harta kekayaan dalam batas – batas tertentu, yaitu
dalam batas tidak kurang tetapi juga tidak melebihi rata – rata atau israf
pertentangan dengan perikemanusiaan. Kemewahan selalu menjadi provokasi
terhadap pertentangan golongan dalam masyarakat membuat akibat destruktif. Sebaliknya
penggunaan kurang dari rata-rata masyarakat ( taqti) merusakkan diri sendiri
dalam masyarakat disebabkan membekunya sebagian dari kekayaan umum yang dapat
digunakan untuk manfaat bersama.
Hal itu semuanya
merupakan kebenaran karena pada hakekatnya seluruh harta kekayaan ini adalah
milik Tuhan. Manusia seluruhnya diberi hak yang sama atas kekayaan itu dan
harus diberikan bagian yang wajar dari padanya.
Pemilikan oleh
seseorang (secara benar) hanya bersifat relatif sebagai mana amanat dari Tuhan.
Penggunaan harta itu sendiri harus sejalan dengan yang dikehendaki tuhan, untuk
kepentingan umum. Maka kalau terjadi kemiskinan, orang – orang miskin diberi
hak atas sebagian harta orang – orang kaya, terutama yang masih dekat dalam
hubungan keluarga. Adalah kewajiban negara dan masyarakat untuk melindungi
kehidupan keluarga dan memberinya bantuan dan dorongan. Negara yang adil
menciptakan persyaratan hidup yang wajar sebagaimana yang diperlukan oleh
pribadi-pribadi agar diandan keluarganya dapat mengatur hidupnya secara
terhormat sesuai dengan kainginan-keinginannya untuk dapat menerima
tanggungjawab atas kegiatan-kegiatnnya. Dalam prakteknya, hal itu berarti bahwa
pemerintah harus membuka jalan yang mudah dan kesempatan yang sama kearah
pendidikan, kecakapan yang wajar kemerdekaan beribadah sepenuhnya dan pembagian
kekayaan bangsa yang pantas.
G)
ISLAM IPTEK
Awal
- Definisi
Iptek sebagai
singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memiliki beberapa penafsiran.
Ilmu bagi pemikiran barat adalah kumpulan pengetahuan yang sejenis yang
tersistematis. Ilmu dikenal dengan science (sains). Pengetahuan adalah hasil
abstraksi pemikiran manusia terhadap salah satu objek. Pengetahuan dikenal
dengan istilah knowledge. Sedang Tekhnogi adalah hasil kreasi sains dan
pengetahuan manusia dalam menciptakan alat untuk memudahkan kebutuhan manusia.
Dalam Islam,
ilmu berasal dari akar kata ‘ilm yang derivasinya antara lain ulama, alim,
mualim, yuallimu dsb. Ilmu sendiri berarti tahu. Artinya dalam khazanah
pemikiran Islam tidak ada pendikotomian antara sains dan pengetahuan. Ilmu itu
satu, tapi sudut pandang manusia menjadikan ada perbedaan antara cabang yang
satu dengan yang lain.
Inti
- Perkembanngan IPTEK
Perkembangan
IPTEK dimulai sejak awal sejarah kehidupan manusia tercatat dalam teks
kesejarahan peradaban China, Mesir, Babylon, Assyiria, Tunisia, dsb. Terdapat
jejak-jejak perkembangan tknologi dan pemikiran manusia.
Pada mulanya,
Yunani muncul pemikir lam yang mengkaji tentang asla muasal kehidupan. Tokoh-tokohnya
antara lain Thales, Anaximendes, dll.
Setelah itu
muncul kaum sophis. Dalam bahasa Yunani yang berarti bijak, arif, bijaksana.
Tokohnya antara lain adalah Pyrrho.
Efeknya dari
kaum sopjis adalah muncul keresahan masyarakat pada saat itu. Muncul kemudian
Socrates yang dengan kerendahan hatinya mengaku cerdas, pandai, arif sebagai
mana kaum sophis.
Islam memandang
bahwa ilmu itu satu adanya, namun pembiasaan dialam material sehingga kelihatan
berbeda.
Dilandasi dengan
konsepsi seperti ini, maka umat Islam mempelajari semua bidang Ilmu. Tidak ada
pemb\atasan ilmu duniawi dan ilmu ukhrawi. Kegiatan mempelajari semua cabang
Ilmu disebut “kulliyat”
Selanjutnya,
pada kisaran abad 16-17, muncul pemikir-pemikir baru yng melahirkan tonggak
kemajuan peradaban. Newton dengan hokum newtonnya telah meletakkan fondasi
kearah` kemajuan teknologi. Muncul pula Rene
Descartes dengan “Cogito Eregusum”nya yang membawa filsafat maju beberapa
langkah. Pada fase ini di sebut masa pencerahan atau aufklarug.
- Peran IPTEK terhadap peradaban
Perkembangan
IPTEK seperti pisau bersisi dua, satu sisi dia mempermudah manusia, sedangkan
sisi lain justru menghancurkan manusia. Sebaliknya, perkembangan IPTEK juga
turut mempengaruhi peradaban manusia. Ditemukannnya pesawat telepon, internet,
dan lain-lain yang menjadikan batas-batas antara negrapun tanpa sekat lagi.
Pola interaksi manusia mengalami perubahan, sebagai contoh muncul elektronik
government dan elektronik commerce pada wilayah ekonomi dan politik.
Penutup
Kesimpulan :
- Pandangan Islam terhadap IPTEK
Islam sebagai
tuntutan bagi manusia untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat memandang
bahwa manusia adalah khalifah fil arghi berdasarkan tujuan penciptaan manusia.
Untuk itu,
manusia dibekali dengan akal sebagai sumber IPTEK. Olehnya, IPTEK sesungguhnya
harus menjadi alat untuk mendekatkan diri pada sang khalik.
Islam tidk
mengajarkan manusia untuk kembali pada masa unta dan kuda untuk alat
transportasi. Islam tidak mengajarkan manusia untuk bersikap Jumud, masa bodoh
dengan perkembangan IPTEK islam tidak mengajarkan untuk menguasai IPTEK tanpa
spirit Ilahiyah. Islam tidak mengajarkan sekularisasi seperti di barat. Islam
tidak mengajarkan untuk memenuhi kebutuhan material belaka.
Islam dari
munculnya menyindir manusia untuk bertafakur dan berpikir. Islam selalu
mendorong akan perkembangan pemikiran dan penguasaan IPTEK sebagai saran untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kecuali bebarapa agamawan yang mengaku
memiliki otoritas ilahi yang menyebabkan stagnasi intelektual.
REFERENSI
1.
Al-Qura’anterjemahannya,
Deparetmenen Negara Republik Indonesia.
2.
Hasil-Hasil Kongres
3.
Mulyadi Kartanegara, Gerabang
Kearifan. Sebuah Pengantar Filsafat
Islam, Jakarta : Lentera Hati 2006.
4.
KH. Husein Muhammad, Spiritualitas
Kemanusiaan, Yogyakrata :Pustaka Rihlah 2006.
5.
Jamal Badidan Mustapha Tajdin,
Islamic Creative Thingking, Bandung : PT
MizanPustaka 2007.
6.
Saifullah dan Achmad, Sisi Gaib
Perjalanan Manusia, Surabaya :Karya Agung 2003.
7.
Internet :Akhmad Sudrajat, All
About Education, Di donwload pada tanggal 16 Januari 2012.
8.
T. Syawal, Sindicat Nilai Dasar
Perjuangan (NDP), Senior Scoure di HMI Cabang Banda Aceh.
9.
Asian Brain.Com. Content Team. Di
download pada tanggal 19 Januari 2012.
10. Blog at WordPress.com. Di download pada tanggal 20 Januari 2012.
11. Perpustakaan – Islam. Com Di download pada tanggal 17 Januari
2012.
12. Manusia dan Agama, Murtadha Muthahhari (Bandung: Mizan)
13. Tauhid, Imaduddin Abdurrahim, (Bandung: Pustaka)
14. Falsafatuna, Muhammad Baqir ash-Shadr (Bandung: Mizan)
15. Tugas Cendekiawan Muslim, Ali Syariati (Jakarta: Rajawali)
16. Islam dan Teologi Pembebasan, Asghar Ali Engineer (Yogyakarta:
LkiS)
17. Islam, Doktrin, dan Peradaban, Nurcholish Madjid (Jakarta:
Paramadina)
18. Argumentasi dan Narasi, Gorys Keraf (Jakarta: Gramedia)
19. Logika, Mundiri (Jakarta: Rajawali)
20. Ringkasan Logika Muslim, Hasan Abu Ammar (Jakarta: Al-Muntazhar)
21. Ilmu dalam Perspektif, Jujus S Suriasumantri,ed. (Jakarta: YOI)
22. Madilog, Tan Malaka (…)
23. Pengantar Filsafat Islam, Oliver Leaman (Bandung: Mizan)
24. Buku Daras Filsafat Islam, Muhammad Taqi Mishbah Yazdi (Bandung:
Mizan)
25. Fitrah, Murtadha Mutahhari (Jakarta: Lentera)
26. Konsep Kepercayaan dalam Teologi Islam, Toshihiko Izutsu,
(Jakarta: Tiara Wacana)
27. Dan Muhammad Utusan Allah, Anne-marie Schimmel (Bandung: Mizan)
28. Islam Agama Peradaban, Nurcholish Madjid (Jakarta: Paramadina)
29. Umat dan Imamah, Ali Syariati (Bandung: Pustaka Hidayah)
30. Saqifah Awal Perselisihan Umat, O Hashem (Lampung: YAPI)
31. Sejarah Tuhan, Karen Amrstrong, (Bandung: Mizan)
32. Tafsir Sufi, Musa Kazhim, (Jakarta: Lentera)
33. Paradigma Islam, Kuntowijoyo (Bandung: Mizan)
34. Masyarakat dan Sejarah, Murtadha Muthahhari (Bandung: Mizan)
35. Hiper-Realitas Kebudayaan, Yasraf Amir Piliang (Jakarta: LkiS)
36. Karl Marx, Franz Magnis-Suseno (Jakarta: Gramedia)
37. Kapitalisme dan Teori Sosial Modern, Anthony Giddens (Jakarta:
UI-Press)
38. Orientalisme, Edward W Said (Bandung: Pustaka)
39. Di Bawah Bendera Revolusi [2 jilid], Soekarno (Jakarta)
40. Kumpulan Karangan, Mohamad Hatta (Jakarta: Gunung Agung)
41. Rekayasa Sosial, Jalaluddin Rakhmat (Bandung: Rosda)
42. Ibunda, Maxim Gorki (Jakarta: Kalyanamitra)
43. Perempuan di Titik Nol, Nawal el-Saadawi (Jakarta: YOI)
44. . Tetralogi Pulau Buru: a] Bumi Manusia, b] Anak Semua Bangsa,
c] Jejak Langkah, d] Rumah Kaca, Pramoedya Ananta Toer (Jakarta: Hasta Mitra)
45. Filsafat Hikmah, Murtadha Mutahhari (Bandung: Mizan)
46. Filsafat Shadra, Fazlur Rahman (Bandung: Pustaka)
47. Integralisme, Armahedi Mahzar (Bandung: Pustaka)
48. The Tao of Islam, Sachiko Murata (Bandung: Mizan)
49. Menuju Kesempurnaan, Mustamin al-Mandary (Makassar: Safinah)
50. Kearifan Puncak, Mulla Shadra (Yogyakarta: Pustaka Pelajar)
BIODATA PENULIS

Nama : Muhammad Dias Saktiawan
TTL : Kendari, 01 Januari 1993
Alamat :
PA. Al-Mustaghfirin, Bangetayu - Semarang
Facebook : Muhammad Dias Saktiawan
PENGALAMAN ORGANISASI
Ketua Kelompok
Studi Mahasiswa (KSM) Fakultas Hukum - UNISSULA
Kabid PTKP HMI
Korkom Sultan Agung – Semarang
|
Subscribe to:
Comments (Atom)
